alexametrics

Ini 5 Kiat Bisnis Agar Tak Layu Digempur Virus Corona

loading...
A+ A-
JAKARTA - Menjalani bisnis berarti selalu siap sedia menghadapi berbagai macam gejolak, entah itu karena masalah internal perusahaan atau juga dari faktor eksternal. Sekarang ini misalnya, banyak usaha terguncang akibat dampak pandemi virus corona (Covid-19) yang membuat bisnis merosot.

Kendati demikian, Perencana Keuangan Eko Endarto mengatakan, sebuah bisnis yang kuat akan mampu bertahan, bahkan dalam kondisi perekonomian yang kurang stabil. Tentunya, kata dia, ada kiat-kiat tersendiri yang secara umum dilakukan oleh perusahaan-perusahaan agar bisa tetap stabil.

"Tak boleh cepat berpuas diri, apalagi merasa nyaman. Mereka terus berpikir secara futuristik, bahkan melampaui zamannya. Inovasi dijawab dengan realitas," papar Eko saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Sabtu (4/4/2020).



Terkait tantangan berupa penyebaran wabah saat ini, berikut 5 kiat dari Eko agar bisnis tetap bertahan di tengah gempuran corona:

1. Ikuti perkembangan pasar
Zaman berubah, begitu pula dengan keadaan pasar. Dalam berbisnis, tegas dia, pengusaha tidak boleh ketinggalan zaman. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan konsumen terhadap suatu produk. Maka, cari atau perdalam apa yang tengah diinginkan konsumen saat ini. Lakukan penyesuaian agar bisnis tidak menurun.

"Di saat tren naik, pengusaha yang survive biasanya akan mengikuti dengan caranya tersendiri. Cara ini menjadi perpaduan agar jangan sampai bisnis mengalami kematian," katanya.

2. Ketahui Keinginan Konsumen
Agar bisnis tetap stabil, perlu kemampuan beradaptasi. Cari tahu apa yang diinginkan konsumen. Selain itu, pengusaha harus siap menerima kritik dan saran yang diberikan oleh konsumen atau masyarakat di sekitar agar bisnis tetap berjalan.

"Terkadang kita harus mengorbankan sudut pandang tertentu yang tidak lain adalah sisi idealis," tegasnya.

3. Inovasi bisnis
Inovasi dalam berbisnis sangatlah penting. Hal ini bertujuan agar konsumen tidak bosan dengan produk Anda yang itu-itu saja. Lakukan modifikasi dan inovasi pada produk untuk meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap produk yang jual.

"Harus ada sesuatu yang baru yang bisa membuat konsumen bergairah supaya mau kembali lagi, dan sekaligus bisa mengusir rasa bosan konsumen," jelasnya.

4. Perkuat relasi bisnis
Penting membuat relasi bisnis dengan siapa saja, karena ini bisa berguna saat usaha sepi. Relasi bisnis bisa memberi perbandingan apa yang salah dengan metode bisnis yang dipakai. Yang paling utama, relasi bisnis bisa memberi pengaruh banyak terkait pemasaran.

"Untuk sekelas perusahaan, membangun relasi bisnis dengan konsumen itu wajib hukumnya, meski mungkin saja konsumen tak akan membeli lagi. Bagaimanapun, konsumen merupakan faktor penting yang bisa mendukung kesuksesan suatu perusahaan," tegasnya.

5. Berhemat
Dalam situasi darurat seperti saat ini, selain dengan berhemat, tak ada cara yang lebih baik untuk bertahan ketika usaha sepi. Berhemat menjaga arus kas agar tidak bobol.

"Misalnya dengan lebih selektif saat membuat promosi atau memilih segmentasi target, yang intinya bisa mereduksi penggunaan biaya. Ini harus dilakukan demi menjaga stabilitas kas," jelasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top