Daftar Lengkap 190 Dapur Pemasok Makan Bergizi Gratis di Seluruh Indonesia
Senin, 06 Januari 2025 - 19:15 WIB
loading...
Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, Jakarta, Senin (6/1/2025). FOTO/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Program makan bergizi gratis menyasar 19,4 juta anak sekolah, ibu hamil, anak balita dan ibu menyusui pada 2025. Selain gratis, menu yang disajikan juga bergizi seimbang sesuai dengan angka kecukupan gizi (AKG) di setiap klasifikasi umur penerima.
Tujuannya untuk meningkatkan akses makanan bergizi, meningkatkan prestasi dan partisipasi kehadiran anak sekolah, meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta mengurangi kemiskinan. Target penerima MBG tahun 2025 ialah 19,47 juta jiwa. Program ini menurut rencana akan terus berlanjut hingga lima tahun ke depan. Ada tiga skema pengolahan makan bergizi gratis yang disiapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Pertama, BGN menyiapkan dapurnya sendiri.
Baca Juga: Daftar Lengkap Dapur Makan Bergizi Gratis di 27 Provinsi, Cek Apakah Ada di Daerahmu
Kedua, BGN bekerja sama dengan lembaga negara lain, misalnya dengan kodim, polres, dan pemerintah daerah, termasuk badan usaha milik negara (BUMN). Ketiga, BGN bekerja sama dengan swasta.
Di dapur yang dikelola BGN, kementerian/lembaga, dan swasta tersebut akan ada tiga aparatur sipil negara (ASN) yang ditempatkan di sana. ASN ini berasal dari sarjana penggerak pembangunan. Satu menjadi kepala dapur, satu ahli gizi, dan satu lagi merupakan akuntan dan auditor yang memegang uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Belanja dapur menggunakan konsep actual cost, tanpa memungut margin. Biaya Rp 10.000 per porsi merupakan biaya barang baku actual cost dan merupakan harga rata-rata. Bahan-bahan makanan yang disiapkan untuk program makan bergizi gratis berasal dari komoditas lokal.
Baca Juga: Bansos Beras 10 Kg Diperpanjang Jadi 6 Bulan di 2025, Disalurkan Bulan Ini
Sebanyak 190 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur mulai beroperasi hari ini untuk memasok menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). SPPG ini merupakan merupakan unit pelaksana program Makan Bergizi Gratis yang bertugas memasok makanan untuk para penerima manfaat program.
Berdasarkan data dari Badan Gizi Nasional (BGN) ada 190 dapur ini tersebar di berbagai daerah, tepatnya di 26 provinsi.
1. Aceh
1 titik di Kecamatan Johan Pahlawan, 1 titik di Kecamatan Tapak Tuan, 1 titik di Kecamatan Bebesen, 1 titik di Kecamatan Babussalam, 1 titik di Kecamatan Peureulak, 1 titik di Kecamatan Ulee Kareng.
2. Bali
1 titik di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.
3. Banten
1 titik di Kecamatan Pamulang, 1 titik di Kecamatan Pamulang Timur, 1 titik di Kecamatan Serpong.
4. Yogyakarta
1 titik di Kecamatan Banguntapan, 1 titik di Kecamatan Wonosari, 1 titik di Kecamatan Kalasan.
5. DKI Jakarta
1 titik di Kecamatan Mampang Prapatan, 1 titik di Kecamatan Kebayoran Lama, 2 titik di Kecamatan Pancoran, 1 titik di Kecamatan Duren Sawit.
6. Gorontalo
1 titik di Kota Tengah.
7. Jawa Barat
Tujuannya untuk meningkatkan akses makanan bergizi, meningkatkan prestasi dan partisipasi kehadiran anak sekolah, meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta mengurangi kemiskinan. Target penerima MBG tahun 2025 ialah 19,47 juta jiwa. Program ini menurut rencana akan terus berlanjut hingga lima tahun ke depan. Ada tiga skema pengolahan makan bergizi gratis yang disiapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Pertama, BGN menyiapkan dapurnya sendiri.
Baca Juga: Daftar Lengkap Dapur Makan Bergizi Gratis di 27 Provinsi, Cek Apakah Ada di Daerahmu
Kedua, BGN bekerja sama dengan lembaga negara lain, misalnya dengan kodim, polres, dan pemerintah daerah, termasuk badan usaha milik negara (BUMN). Ketiga, BGN bekerja sama dengan swasta.
Di dapur yang dikelola BGN, kementerian/lembaga, dan swasta tersebut akan ada tiga aparatur sipil negara (ASN) yang ditempatkan di sana. ASN ini berasal dari sarjana penggerak pembangunan. Satu menjadi kepala dapur, satu ahli gizi, dan satu lagi merupakan akuntan dan auditor yang memegang uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Belanja dapur menggunakan konsep actual cost, tanpa memungut margin. Biaya Rp 10.000 per porsi merupakan biaya barang baku actual cost dan merupakan harga rata-rata. Bahan-bahan makanan yang disiapkan untuk program makan bergizi gratis berasal dari komoditas lokal.
Baca Juga: Bansos Beras 10 Kg Diperpanjang Jadi 6 Bulan di 2025, Disalurkan Bulan Ini
Sebanyak 190 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur mulai beroperasi hari ini untuk memasok menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). SPPG ini merupakan merupakan unit pelaksana program Makan Bergizi Gratis yang bertugas memasok makanan untuk para penerima manfaat program.
Berdasarkan data dari Badan Gizi Nasional (BGN) ada 190 dapur ini tersebar di berbagai daerah, tepatnya di 26 provinsi.
Berikut daftar lengkap jumlah titik dapur SPPG setiap kecamatan di setiap provinsi:
1. Aceh
1 titik di Kecamatan Johan Pahlawan, 1 titik di Kecamatan Tapak Tuan, 1 titik di Kecamatan Bebesen, 1 titik di Kecamatan Babussalam, 1 titik di Kecamatan Peureulak, 1 titik di Kecamatan Ulee Kareng.
2. Bali
1 titik di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.
3. Banten
1 titik di Kecamatan Pamulang, 1 titik di Kecamatan Pamulang Timur, 1 titik di Kecamatan Serpong.
4. Yogyakarta
1 titik di Kecamatan Banguntapan, 1 titik di Kecamatan Wonosari, 1 titik di Kecamatan Kalasan.
5. DKI Jakarta
1 titik di Kecamatan Mampang Prapatan, 1 titik di Kecamatan Kebayoran Lama, 2 titik di Kecamatan Pancoran, 1 titik di Kecamatan Duren Sawit.
6. Gorontalo
1 titik di Kota Tengah.
7. Jawa Barat
Lihat Juga :