Ada Program Buyback Saham, Pasar Modal Diyakini Akan Stabil

Sabtu, 04 April 2020 - 17:55 WIB
Ada Program Buyback...
Ada Program Buyback Saham, Pasar Modal Diyakini Akan Stabil
A A A
JAKARTA - Adanya program buyback saham diyakini akan bisa menstabilkan pasar modal di tengah gejolak yang diakibatkan wabah virus corona (Covid-19). Terlebih, pemerintah telah mengumumkan paket stimulus untuk melawan dampak negatif pandemi tersebut.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, dalam jangka pendek terutama dalam periode ketidakpastian saat ini para pelaku pasar memang lebih mementingkan kas. Karena itu, pelaku pasar memilih menjual aset berisiko dan memegang kas. Namun, imbuh dia, dalam jangka panjang, strategi buyback diyakini akan menguntungkan perusahaan dan pemegang saham.

Dia melanjutkan, pasar saham Indonesia juga sempat menguat merespons paket stimulus fiskal senilai Rp405,1 triliun yang diumumkan Presiden Joko Widodo untuk melawan dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian.

"Angka prediksi yang jelek juga akan menjadi kekuatan dan sentimen positif ketika data realisasi ternyata nanti lebih baik dari perkiraan," ujar Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee di Jakarta, Sabtu (4/4/2020).

Dari luar, sambung dia, sejumlah sentimen positif diyakini akan mendukung penguatan pasar. Dia mencontohkan, Presiden AS Donald Trump telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad Bin Salman terkait pengurangan produksi minyak mentah. Hal ini diyakini positif bagi harga minyak mentah dunia meski permintaan masih cenderung turun akibat lockdown berbagai negara.

Sementara itu, sentimen dari Wall Street masih negatif terkait penyebaran Covid-19 di AS. Telah ada 1.098.762 kasus Covid-19 di dunia dengan 59.172 kematian di mana Negeri Paman Sam memimpin dengan 277.467 kasus dengan 7.402 kematian.

Menurut dia, pasar dalam dua pekan ke depan akan memperhatikan pernyataan Presiden Donald Trump yang mengatakan mereka bersiap dengan lonjakan kasus virus corona baru dalam dua pekan ke depan. "Ditambah dengan lonjakan kasus Covid-19, kami memperkirakan indeks-indeks di Wall Street akan cenderung tertekan pekan depan," jelasnya.

Terkait dengan itu, dia memperkirakan IHSG berpeluang konsolidasi melemah terkoreksi di awal-awal pekan dan kembali menguat di akhir pekan depan. Pergerakan IHSG menurutnya masih akan sangat di pengaruhi pasar global dan regional.

"Support IHSG di level 4.393 sampai 3.918 dan resistance di level 4.848 sampai 5.112. Cenderung BOW (buy on weakness) atau beli ketika terjadi pelemahan di pasar," tutupnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kewajiban Buyback Saham...
Kewajiban Buyback Saham untuk Delisting Dinilai Beratkan Emiten
Buyback Saham Perbankan...
Buyback Saham Perbankan Bisa Jadi Katalis Positif Jangka Pendek
OJK Terbitkan Dua Aturan...
OJK Terbitkan Dua Aturan Terbaru Pasar Modal, Apa Saja?
Boy Thohir Siapkan Buyback...
Boy Thohir Siapkan Buyback Saham ADRO Rp4 Triliun, Tegaskan Optimisme Pasar Modal
Literasi Investasi Saham...
Literasi Investasi Saham Berbasis Syariah
Rogoh Kocek Rp350 Miliar,...
Rogoh Kocek Rp350 Miliar, Ramayana Siap Buyback Saham
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
53 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved