Rogoh Kocek Rp350 Miliar, Ramayana Siap Buyback Saham

loading...
Rogoh Kocek Rp350 Miliar, Ramayana Siap Buyback Saham
Ilustrasi. FOTO/IST
JAKARTA - PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mulai melaksanakan pembelian kembali atau buyback saham. Adapun pelaksanaan buyback saham terhitung mulai dari 15 April 2021 hingga 14 Oktober 2021.

"Kami sudah memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh OJK untuk melakukan pembelian kembali saham yang akan dilaksanakan terhitung mulai tanggal 15 April 2021 hingga tanggal 14 Oktober 2021," ujar Direktur Ramayana Lestari Sentosa, Suryanto dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat (16/4/2021).

Baca Juga: Rugi Dihantam Corona, Begini Kondisi Ramayana

Suryanto menambahkan, pihaknya telah menunjuk PT Maybank Kim Eng Sekuritas selaku Anggota Bursa untuk melakukan proses pembelian kembali saham Perseroan melalui Bursa Efek Indonesia. "Perseroan menyiapkan dana sebesar Rp350 miliar termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya sehubungan dengan pembelian kembali saham Perseroan," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, alasan dilakukannya aksi buyback ini adalah perseroan memiliki likuiditas yang cukup meskipun sempat mengalami kerugian di 2020 akibat dampak dari pandemi Covid-19. Sehingga perseroan bermaksud untuk meningkatkan nilai pemegang saham dengan mengembalikan kelebihan arus kas kepada pemegang saham.



Manajemen Perseroan menjelaskan, persetujuan atas rencana tersebut akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada perseroan dalam mengelola modal untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien.

Baca Juga: Didemo Karyawan Soal Gaji & THR, Begini Penjelasan KFC

Aksi buyback ini akan dilakukan setelah perseroan memperoleh persetujuan dari rapat umum pemegang saham (RUPSLB) pada 14 April 2021. Periode ini paling lama akan dilakukan dalam waktu 18 bulan. Aksi ini diyakini tidak akan mempengaruhi pembiayaan kegiatan usaha perseroan dikarenakan Ramayana memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup bahkan ternilai banyak untuk melaksanakan rencana termasuk pembiayaan kegiatan usaha.
(nng)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top