alexametrics

Investor Jangan Panik, Fokus Tujuan Berinvestasi

loading...
A+ A-
JAKARTA - Selama sebulan terakhir, investor terus dibayangi oleh rasa was-was melihat pergerakan pasar finansial. Dalam kondisi pasar dengan volatilitas yang sangat tinggi, tentu investor khawatir, bingung, dan panik tidak tahu apa yang harus dilakukan pada portofolio investasinya.

Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Freddy Tedja mengingatkan, semua produk investasi tentu memiliki risiko, sekecil apa pun. Profil risiko dan kebutuhan investasi setiap orang berbeda, dan menentukan portofolio investasi hanya dengan ikut-ikutan pilihan kebanyakan orang lain adalah tidak tepat.

"Jadi, saat orang lain panik, mungkin saja sebenarnya kita tidak perlu ikut-ikutan panik. Karena kebutuhan investasi dan portofolio investasi anda tidak sama dengan orang lain," ujar Freddy di Jakarta.



Pandemi telah menekan pasar finansial dan kondisi pasar yang terus terkoreksi membuat investor cenderung hati-hati dalam menempatkan dananya dan memilih untuk memegang uang tunai.

Memilih pegang uang tunai memang membuat bisa dengan mudah menggunakannya seandainya ada kebutuhan mendadak saat ini. "Namun juga perlu diingat, nilai uang kita tidak akan berkembang, dan justru tergerus inflasi," ujarnya.

Profil risiko akan menentukan batas risiko atau tingkat kesiapan seorang investor dalam menghadapi volatilitas, baik penurunan ataupun kenaikan.

"Setelah tahu profil risiko, investor baru menentukan kelas aset mana yang paling sesuai. Namun reksa dana biasanya cocok bagi banyak kalangan. Karena banyak ragam dengan tingkat risiko yang berbeda-beda. Sehingga bisa disesuaikan dengan berbagai jenis profil dan kebutuhan para investor," ujar Freddy.

Biasanya investor yang tidak suka dengan volatilitas tinggi dan memilih imbal hasil investasi yang tidak terlalu tinggi memiliki profil risiko yang konservatif. Profil risiko konservatif bisa juga terjadi karena kebutuhan investasi jangka pendek.

"Sebaliknya, investor yang tidak takut dengan volatilitas dan ingin mengejar imbal hasil tinggi biasanya karena jangka waktu investasinya panjang. Ini biasanya merupakan tipe profil agresif. Jika investor cenderung berada ‘di tengah-tengah’, profilnya adalah moderat," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan secara sederhana, reksa dana pasar uang biasanya cocok untuk profil risiko konservatif, reksa dana pendapatan tetap untuk profil risiko moderat, dan reksa dana saham untuk profil risiko agresif.

Tapi bisa juga investor profil risiko konservatif tetap mengalokasikan sedikit dananya di reksa dana saham. Atau investor profil agresif punya sedikit kebutuhan jangka pendek dapat dipenuhi oleh reksa dana pasar uang.

Justru dalam kondisi seperti ini, menempatkan uang di reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi yang memiliki pengetahuan dan kemampuan pengelolaan investasi dapat menjadi pilihan di tengah kebingungan kita.

"Jadi, tetaplah berinvestasi sesuai profil risiko untuk mencapai tujuan investasi jangka panjang. Supaya lebih nyaman, cari manajer investasi yang memiliki platform investasi digital sehingga kita dapat berinvestasi dari rumah," ujarnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top