Tekan Defisit APBN, BI Siap Tarik Utang Rp112 Triliun

Rabu, 08 April 2020 - 18:30 WIB
Tekan Defisit APBN,...
Tekan Defisit APBN, BI Siap Tarik Utang Rp112 Triliun
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) membeberkan cara-cara untuk menekan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 yang melebar akibat dampak virus corona (Covid-19) yang menekan perekonomian. Dari sisi BI misalnya, akan menarik utang dari beberapa lembaga internasional.

"Kita berencana untuk kembali menarik utang dari beberapa lembaga internasional. Hal ini dilakukan demi menutupi defisit APBN agar tak melebar terlalu jauh," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Dia melanjutkan, BI menyiapkan opsi untuk kembali menarik utang sebesar USD7 miliar atau sekitar Rp112 triliun (kurs Rp16.000/USD) dari beberapa lembaga internasional untuk menutupi defisit APBN. Ada beberapa lembaga negara yang akan memberikan pembiayaan untuk menambah pundi-pundi negara seperti Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), hingga The Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Namun untuk saat ini, pemerintah akan fokus memaksimalkan sumber dana dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) maupun dana abadi. Sementara dari Bank Indonesia, natinya akan masuk dan membeli obligasi pemerintah melalui pasar perdana dalam kondisi yang abnormal.

"Kemarin investor teleconference ada juga dari Asian Internasional Infra Bank, ADB, Bank Dunia, Jerman, AIIB itu direncanakan bisa kurang lebih USD7 miliar. Itu yang sumber-sumber memang dimaksimalkan oleh pemerintah," jelasnya.

Dia memaparkan intervensi Bank Indonesia untuk masuk ke pasar ini sejalan dengan langkah pemerintah yang berencana untuk menerbitkan surat utang berdenominasi dolar AS atau global bond sebesar USD4,3 miliar. Penerbitan surat utang ini terdiri dari 3 seri. Dari tiga seri tersebut, salah satu serinya bahkan memiliki tenor hingga 50 tahun. Ini menjadi tenor terlama yang pernah diterbitkan Indonesia maupun negara-negara di Asia.

Dana dari hasil Global Bond itu nantinya juga akan digunakan untuk menambal defisit anggaran APBN 2020. Adapun defisit APBN sendiri diproyeksi melebar menjadi Rp853 triliun atau 5,07% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Ungkap Posisi Utang...
BI Ungkap Posisi Utang Luar Negeri Indonesia
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Permintaan Utang Bank...
Permintaan Utang Bank Masih Loyo, Bos BI Beberkan Alasannya
Masih Terkendali, Utang...
Masih Terkendali, Utang Luar Negeri Mei 2020 Capai USD404,7 M
BI Ungkap Banyak Rumah...
BI Ungkap Banyak Rumah Tangga Ogah Tambah Utang dari Bank
Berita Terkini
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
7 menit yang lalu
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
24 menit yang lalu
Didimax Rayakan Ulang...
Didimax Rayakan Ulang Tahun ke-27, Kepala Bappebti Berikan Apresiasi
29 menit yang lalu
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
55 menit yang lalu
Transisi Energi Bersih...
Transisi Energi Bersih Didoorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
1 jam yang lalu
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
1 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved