BRISPOT Dorong Kredit Mikro BRI Tumbuh Selektif Saat Pandemi Covid-19

Rabu, 08 April 2020 - 23:14 WIB
BRISPOT Dorong Kredit...
BRISPOT Dorong Kredit Mikro BRI Tumbuh Selektif Saat Pandemi Covid-19
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menyikapi hal tersebut, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI telah menyusun dan mengimplementasikan strategi di bidang kredit dimana perseroan berupaya untuk tumbuh selektif dengan tetap memberikan dukungan terhadap pemberdayaan UMKM di Indonesia.

Salah satu upaya yakni dengan counter cyclical yang dilakukan perseroan adalah dengan terus menyalurkan kredit mikro BRI (yang terdiri dari KUR, Kupedes dan Briguna Mikro). Direktur Bisnis Mikro BRI Supari memaparkan, bahwa aktivitas pemasar mikro BRI atau biasa disebut Mantri BRI dilakukan sesuai dengan protokol bisnis yang ditempuh perseroan, yang tentunya disesuaikan dengan imbauan physical distancing dari pemerintah.

"Saat ini seluruh aktivitas Mantri BRI telah didukung dengan utilisasi aplikasi digital BRI sehingga proses penyaluran kredit berjalan normal," imbuh Supari di Jakarta, Rabu (9/4/2020).

BRI telah menghadirkan aplikasi yang bisa mempercepat proses pengajuan pinjaman dan penyaluran kredit mikro yakni BRISPOT. Aplikasi khusus ini menjadi tools bagi para Mantri BRI guna menciptakan fleksibilitas dan efektifitas, sehingga proses kredit bisa dilakukan secara digital dengan lebih cepat.

"Selama bulan Maret 2020, sebanyak 634 ribu debitur mikro dengan total plafond Rp.23,4 Triliun diproses secara digital, dimana BRISPOT mendukung alur proses prakarsa dan putusan kredit tanpa harus bertatap muka dan tanpa berkas hardcopy antara RM atau mantri dengan pejabat pemutus kredit sehingga mendukung gerakan physical distancing,” ujar Supari.

BRISPOT juga memfasilitasi monitoring off site terhadap identifikasi kondisi nasabah, sehingga untuk debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya karena terdampak

Sambung dia mengatakam penyebaran COVID-19 dapat segera dilakukan upaya restrukturisasi kredit. "Dari 134 ribu debitur terdampak COVID-19 yang telah mendapatkan relaksasi dari BRI, 80% diantaranya atau sekitar 110 ribu merupakan debitur dengan segmen mikro," imbuh Supari.

Melalui BRISPOT juga para mantri melayani cash pick up untuk setoran pinjaman dan simpanan sehingga nasabah nasabah BRI tidak perlu keluar rumah/tempat usahanya untuk melakukan transaksi penyetoran tunai. Jumlah transaksi cash pick up yang diproses melalui BRISPOT pada bulan Maretlalu mencapai 571 ribu transaksi dengan nominal Rp1,2 Triliun.

Perseroan, menurut Supari, akan terus mengembangkan BRISPOT untuk menjadi super app.Harapannya, BRISPOT ke depan tidak hanya dimanfaatkan oleh para Mantri BRI, tetapi juga nasabah (end user) dan juga bersentuhan dengan mitra BRI, agen BRILINK, fintech, peer to peer lending, dan e-commerce.

"Mantri sudah melek teknologi BRISPOT jadi kalau BRISPOT menjadi super app nantinya Mantri yang berjumlah hampir 28 ribu orang di seluruh Indonesia bisa berjualan produk apa saja di platform ini," tegas Supari.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bank BRI Tebar Dividen...
Bank BRI Tebar Dividen Jumbo Rp26,4 Triliun dari Laba Bersih 2021
BRI Luncurkan Logo HUT...
BRI Luncurkan Logo HUT ke-130, Angkat Tema Satu Bank Untuk Semua
BRI Micro & SME Index...
BRI Micro & SME Index Jadi Acuan Pengembangan UMKM di Indonesia
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
Perubahan Direksi Bank...
Perubahan Direksi Bank BRI Disambut Baik, Ada Semangat Perubahan Baru
Bank BRI Punya Corporate...
Bank BRI Punya Corporate Secretary Baru, Aestika Oryza Gunarto Gantikan Amam
Berita Terkini
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
8 menit yang lalu
Didimax Rayakan Ulang...
Didimax Rayakan Ulang Tahun ke-27, Kepala Bappebti Berikan Apresiasi
12 menit yang lalu
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
38 menit yang lalu
Transisi Energi Bersih...
Transisi Energi Bersih Didoorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
48 menit yang lalu
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
1 jam yang lalu
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
1 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved