PLN prioritaskan produk meteran lokal

Selasa, 03 Januari 2012 - 09:10 WIB
PLN prioritaskan produk...
PLN prioritaskan produk meteran lokal
A A A
Sindonews.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menegaskan akan memprioritaskan perusahaan dalam negeri dalam memasok 2,43 juta unit meteran listrik prabayar senilai Rp680 miliar pada 2012. Pasokan meteran prabayar dari perusahaan nasional tersebut dinilai sudah sesuai standar yang ditetapkan PLN.
“Selama ini kami juga mendapat pasokan meteran prabayar dari dalam negeri,” kata Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN Murtaqi Syamsuddin di Jakarta kemarin.

Menurut dia, PLN memperhatikan besaran tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam setiap meteran listrik yang ditenderkan. PLN juga ingin mendorong tumbuhnya perusahaan nasional, khususnya yang memproduksi meteran listrik prabayar.

Lebih lanjut Murtaqi menjelaskan, mekanisme tender meteranprabayartahuniniakan dilakukan perregional atauwilayah dengan supervisi PLN pusat. Pada 2012, lanjut dia, PLN menargetkan penyambungan meteran listrik prabayar mencapai 2,5 juta pelanggan. Saat ini jumlahpelangganprabayarPLN sudah mencapai 3,5 juta.

Sebelumnya Ketua Umum Asosiasi Industri Alat Pengukur Listrik Supardji Soekowati mengatakan, permintaan meteran listrik prabayar PLN sangat besar.Namun, sebagian besar meteran listrik yang digunakan didapat dari impor. Karena itu,dia berharap produsen lokal dapat menangkap peluang tersebut.

Permintaan meteran listrik tahun ini diperkirakan mencapai 2,5 juta unit mencakup jenis pasca bayar dan pra bayar untuk keperluan PT PLN (Persero). Sayangnya dari jumlah yang begitu besar itu saat ini justru lebih banyak berasal dari meteran listrik impor.

Dihubungi Sindonews di tempat terpisah, Ketua Umum Asosiasi Industri Alat Pengukur listrik Supardji Soekowati yang juga Ketua Umum Asosiasi Produsen Peralatan listrik Indonesia mengatakan tahun ini setidaknya ada 1,1 juta unit proyek pembuatan meteran listrik yang pengadaanya dari dalam negeri.

"Yang 1,1 juta unit itu yang baru ada pemenangnya Mei tahun lalu, dengan sebelum-sebelumnya kira-kira ada 2,5 juta meteran listrik termasuk impor, impornya lumayan banyak," katanya.

Lebih lanjut Supardji menjelaskan meteran listrik elektronik sebenarnya ada beberapa kategori, pertama meter elektronik fase tunggal atau single phase dan fase tiga atau three phase. Bahkan, sekarang ini ada meteran smart atau smart meter atau AMI yaitu meter multi phase yang dapat berkomuniasi dua arah dan banyak fitur kontrolnya yang memanfaatkan komunikasi via satelit. Untuk meter elektronik atau istilah umumnya disebut meter statik, ada dua macam yaitu meter statik pasca bayar dan prabayar.

Saat ini ada 7 pabrikan alat meteran listrik lokal lebih banyak memproduksi jenis meteran listrik manual. Sementara permintaan PLN, justru lebih banyak untuk jenis elektronik khususnya untuk tipe prabayar.

Kapasitas produksi industri meteran lokal untuk jenis manual atau piringan mencapai 5-6 juta unit per tahun. Sementara jenis meteran elektronik jenis pasca bayar bisa mencapai 4 juta unit per tahun. Jenis meteran elektronik lebih banyak diimpor dari China, Eropa, Afrika Selatan, dan lain-lain. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
5 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
6 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
6 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
7 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
7 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
7 jam yang lalu
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved