Kimia Farma perluas jaringan apotek di Asia

Senin, 09 Januari 2012 - 09:37 WIB
Kimia Farma perluas...
Kimia Farma perluas jaringan apotek di Asia
A A A
Sindonews.com - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berencana memperluas jaringan apoteknya di Asia dan Arab Saudi. Untuk di Malaysia, rencananya akan dibuka tiga outlet mulai Juni 2012 dengan menggandeng perusahaan lokal.

“Untuk apotek di Malaysia, kami harapkan beroperasi Juni 2012,saat ini prosesnya hampir selesai. Ada tiga outlet yang akan siap beroperasi,” ujar Direktur Utama KAEF Sjamsul Arifin kepada Harian SINDO kemarin.

Sjamsul mengatakan, perseroan menargetkan tambahan sebanyak 50 apotek baru di seluruh Indonesia dan tiga outlet di Malaysia hingga akhir 2012.

Setelah Malaysia, Kimia Farma juga membidik pasar lain di Asia,salah satunya Arab Saudi. Ekspansi tersebut dilakukan oleh anak usaha perseroan yakni, PT Kimia Farma Apotik (KFA). Untuk pengembangan apotek di Malaysia, lanjut dia, Kimia Farma menggandeng perusahaan lokal yaitu Averroes,dengan membentuk perusahaan patungan dengan porsi 50:50.

Dengan terealisasinya pembangunan apotek di negeri jiran itu, jaringan apotek perseroan akan semakin luas.Apotek tersebut ditargetkan bisa memberikan kontribusi bagi pendapatan perseroan pada 2012.

Menurut dia, jika nantinya pasar di luar negeri memberikan kontribusi yang baik,perseroan juga berencana masuk pasar lain di antaranya Arab Saudi. Namun, untuk langkah itu masih dalam tahap pembicaraan yang masih dini.“Selain itu,tentu kami ingin masuk juga di negara- negara lainnya,”kata dia.

Sjamsul menjelaskan,guna menunjang ekspansi tersebut, perseroan telah menggelontorkan dana sebesar Rp150 miliar guna memenuhi kebutuhan belanja modal (capital expenditure/ capex) KFA. Nantinya selain melebarkan sayap ke luar negeri,KFA juga akan menambah jaringan serta kualitas apotek di dalam negeri.

Dia memaparkan, langkah peningkatan kualitas di antaranya dengan melakukan upgradesebagian apotek menjadi one stop health care solution apotek, yaitu apotek yang menyediakan layanan klinik dan juga laboratorium dalam satu atap. Apotek klinik tersebut juga oleh layanan dokter yang memiliki sertifikat Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Kimia Farma baru saja melakukan pembukaan (grand opening) apotek terpadu di daerah Cilegon, Banten.Apotek dua tingkat itu diharapkan menjadi model untuk apotek-apotek lainnya yang dimiliki perseroan.

Dari sekitar 406 apotek yang telah dimiliki, diharapkan sepertiganya akan menjadi terpadu. Sementara untuk tahun ini diperkirakan ada 20 apotek yang memiliki pelayanan terpadu.“Kontribusi untuk tahun ini belum signifikan, tapi dua tahun lagi apalagi setelah undang-undang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) disahkan,”kata dia. Ekspansi itu,lanjut Sjamsul, diharapkan bisa meningkatkan kontribusi KFA kepada Kimia Farma sebagai induk. Selama ini, kontribusi KFA mencapai 50 persen terhadap pendapatan dan laba Kimia Farma.

Untuk 2012, pendapatan KFA diperkirakan mencapai Rp2 triliun naik 17,6 persen dari Rp1,7 triliun tahun lalu. Sementara laba akan mencapai Rp50 miliar naik 66,7 persen dari Rp30 miliar tahun lalu.

Direktur Utama PT Kimia Farma Apotik Imam Fathorrahman menuturkan, tahun ini KFA memang gencar melakukan ekspansi. Untuk jumlah apotek di Tanah Air akan ditambah sebanyak 50 outlet menjadi 456 dari 406 akhir 2011. Penambahan dilakukan dengan pembangunan sendiri, kerja sama maupun waralaba. Terobosan apotek terpadu menjadi salah langkah strategis perseroan, selain perluasan jaringan di luar negeri.

Jika nantinya pemasaran di Malaysia bagus, perseroan akan menambah jaringan lagi di luar negeri.“Kemungkinan nanti di Arab Saudi. Tapi kami masih melihat bisnis reviu tiga outlet di Malaysia dulu,”ujar Imam. Sementara untuk apotek terpadu, setelah di Cilegon, KFA akan membangun 19 outlet lagi. Kota-kota yang disasar antara lain Surabaya, Bandung, Makassar, Manado, dan Jakarta.

Adanya layanan apotek terpadu ini menjadi brandingbaru terhadap wajah Kimia Farma di masa depan,sehingga nantinya keberadaan one stop health care itu akan meningkatkan positioning perseroan.

Analis PT BNI Securities Viviet S. Putri mengatakan, kinerja KAEF didukung oleh jaringan apotek perseroan yang cukup luas. Dengan begitu, penambahan jumlah apotek serta perluasan jaringan tentu akan memberi dampak positif bagi kinerja perseroan di masa mendatang.

Perseroan tinggal meningkatkan inovasi terhadap produk-produk yang mampu diserap konsumen, seiring ketatnya persaingan di industri farmasi.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
6 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved