Pemeritah alokasikan 20 juta MMSCFD

Kamis, 12 Januari 2012 - 16:24 WIB
Pemeritah alokasikan...
Pemeritah alokasikan 20 juta MMSCFD
A A A

Sindonews.com - Dalam rangka program pembatasan BBM yang akan dilaksanakan mulai April mendatang, salah satu langkah yang ditempuh pemerintah adalah program konversi BBM (bahan bakar minyak) ke BBG (bahan bakar gas).

Menurut Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo, untuk mensukseskan program tersebut, pemerintah mengklaim sudah mengalokasikan pasokan gas hingga 20 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Gas yang berasal dari PT Pertamina (Persero), PT Medco E&P Indonesia, dan Perusahaan Gas Negara (PGN), bersumber dari gas bumi dari Jakarta, Surabaya, Gresik, Palembang, Bekasi dan Medan. Dari sisi kebutuhan, Jakarta diperkirakan akan menghabiskan BBG terbesar, sekitar 8,2 MMSCFD per tahun.

"Sampai 2014 pasokan gas itu sudah tersedia," kata Evita di Jakarta, Kamis (12/1).

Menurut Evita, aturan konversi ke BBG tersebut bisa menghabiskan dua pertiga kebutuhan gas selama setahun.

"Kalau hitungan setahun, kebutuhan gas untuk BBG di dalam negeri mencapai 32 MMSCFD,," kata Evita.

Setelah itu, Medan diperkirakan menghabiskan 3,7 MMSCFD, Surabaya 1,6 MMSCFD, Gresik 0,52 MMSCFD, Palembang 1,2 MMSCFD, dan Bekasi 0,4 MMSCFD.

Meski demikian, Evita menegaskan konversiBBM ke BBG ini hanya merupakan opsi dari pemakaian BBM subsidi yang belum tepat sasaran.

"Sebenarnya kita bukan memaksa mengganti premium ke BBG, tetapi ini hanya memberikan opsi saja bagi pengguna premium yang enggan beralih ke pertamax karena alasan perbedaan harga. Justru yang kita harapkan untuk sementara ini beralih ke Pertamax," tutur Evita.

Evita mengakui jika semua kendaraan serempak beralih ke BBG, infrastruktur yang ada masih belum memadai. Untuk sementara, akan dibangun 9 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dalam bulan Februari nanti.

“Kalau untuk Jabodetabek pasokan BBM nonsubsidi, CNG, dan LGV semua siap. Untuk LGV saat ini sudah ada 10 SPBG dan kemungkinan Februari akan jadi 19 SPBG. Namun kalau semuanya langsung beralih ke BBG, lain lagi ceritanya,” kelakar Evita.

Lebih lanjut, Evita menargetkan sampai akhir tahun program konversi ini akan segera terealisasi di Jawa dan Bali.

"Semua akan disiapkan pelan-pelan, setelah Jabodetabek, mungkin Mei atau Juni giliran Surabaya, karena di sana sudah punya gas. Sampai akhir tahun, diusahakan akan tercapai seluruh Jawa dan Bali," pungkasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Jumat 20 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved