Home industry makin banyak yang gulung tikar

Jum'at, 27 Januari 2012 - 16:22 WIB
Home industry makin...
Home industry makin banyak yang gulung tikar
A A A
Sindonews.com - Pembatasan subsidi BBM bersubsidi yang akan berlangsung pada bulan April 2012 dengan konsekuensi mobil pribadi harus beralih ke Pertamax atau menggunakan BBG dinilai suatu kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat khususnya para pengusaha home industry. Pasalnya para pengusaha home industri saat ini sudah banyak yang gulung tikar akibat krisis ekonomi di Eropa dan Amerika.

"Kalau BBM bersubsidi dibatasi akan semakin banyak home industri yang gulung tikar," kata Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Bantul Andang Kirana, Jumat (27/1/2012).

Menurut Andang pembatasan BBM bersubsidi juga akan meningkat harga bahan pokok industri rumah tangga dengan kisaran yang cukup tinggi dan tidak dapat diimbangi dengan kenaikan harga produk home industri.

"Kalau menaikkan harga produk, pembeli dari luar negeri pasti lari ke negara lain yang produknya lebih murah dan kualitasnya tak kalah dengan produk dari Indonesia," tegasnya.

Bagi Hipmi Kabupaten Bantul kedepannya memang harus ada pengalihan BBM ke BBG karena keterbatasan energi dan harga yang semakin tinggi. Namun untuk beralih ke BBG pemerintah harus menyediakan infrastruktur yang memadai sebelum membatasi penggunaan BBM.

"Saa ini saja baru ada delapan SPBG yang beroperasi. Itupun di luar Yogyakarta, bagaimana masyarakat Yogyakarta membeli BBG. Belum lagi harga converter kit yang cukup mahal," paparnya.

Lebih lanjut Andang menyatakan, langkah yang terbaik saat ini yang sebaiknya dilakukan pemerintah adalah menaikkan harga BBM bersubsidi secara bertahap namun subsidi BBM tetap diberikan, sembari menunggu infrastrukur peralihan BBM ke gas telah sempurna.

"Ingat, tugas negara, pemerintah adalah mensejahterkan rakyatnya. UUD 1945 jelas diamanatkan sehingga subsidi BBM tetap harus diberikan meski besarannya tidak seperti saat ini," tandasnya.

Sementara itu Bupati Bantul Sri Suryawidati mengatakan, pembatasan BBM bersubsidi tentunya akan menghantam semua sektor ekonomi dan sosial masyarakat. Namun yang terkena bukan Kabupaten Bantu semata namun semua daerah yang ada di Indonesia.

"Kita akan koordinasi terlebih dahulu dengan instansi terkait untuk membantu masyarakat yang dipastikan terkena dampak pembatasan BBM bersubsidi," ujarnya singkat.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
17 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
54 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved