2011, industri manufaktur naik 6%

Rabu, 01 Februari 2012 - 18:01 WIB
2011, industri manufaktur...
2011, industri manufaktur naik 6%
A A A


Sindonews.com - Produksi industri manufaktur besar dan sedang tahunan pada tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 5,56 persen dari tahun 2010. Menurut Direktur Statistik Industri Badan Pusat Statistik (BPS) Mudjiandoko, kenaikan tersebut melengkapi pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang yang terjadi tiga tahun sebelumnya.

"Pada tahun 2010 industri manufaktur besar dan sedang naik sebesar 4,45 persen dari tahun 2009, dan tahun 2009 pun juga naik sebesar 1,34 persen dari tahun 2008," ujarnya di Kantor BPS, Pasar Baru, Jakarta, Rabu (1/2/2012).

Mudjiandoko menjelaskan bahwa jenis-jenis industri yang mengalami pertumbuhan produksi pada tahun 2011 diantaranya adalah logam dasar yang naik sebesar 16,26 persen, kendaraan bermotor sebesar 14,85 persen, kimia dan barang-barang dari bahan kimia naik sebesar 11,93 persen.

"Tiga jenis diatas adalah jenis industri yang paling mempunyai andil dalam konstribusinya terhadap pertumbuhan produksi manufaktur besar dan sedang," tambahnya.

Selanjutnya mesin listrik lainnya dan perlengkapannya naik 11,42 persen, kulit dan barang dari kulit dan alas kaki naik sebesar 10,28 persen, pengolahan tembakau naik 9,22 persen, makanan dan minuman 8,34 persen, barang galian bukan logam 8,16 persen, tekstil 8,12 persen dan kertas dan barang dari kertas naik sebesar 7,36 persen.

Disamping itu, ada juga beberapa jenis industri manufaktur yang mengalami kenaikan namun rendah adalah pakaian jadi yang naik sebesar 5,38 persen, barang-barang dari logam kecuali mesin dan peralatannya 3,83 persen, radio televisi dan peralatan komunikasi lainnya 2,85 persen, furniture dan pengolahan lainnya 1,07 persen dan alat angkutan selain kendaraan bermotor roda empat atau lebih, naik 1,02 persen.

Selain jenis-jenis industri yang mengalami kenaikan, ternyata ada juga yang mengalami penurunan. Disampaikan Mudjiandoko, beberapa jenis yang mengalami penurunan diantaranya Karet dan barang dari karet dan barang dari plastik yang turun 8,57 persen, kayu dan barang-barang dari kayu 4,17 persen, mesin dan perlengkapannya 3,43 persen, serta penerbitan, percetakan dan reproduksi media rekaman 0,75 persen. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
13 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
23 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
39 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
40 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
50 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved