IPO Pegadaian tahun depan

Minggu, 05 Februari 2012 - 13:01 WIB
IPO Pegadaian tahun...
IPO Pegadaian tahun depan
A A A


Sindonews.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengusulkan PT Pegadaian Persero untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada tahun depan. Ini menyusul ditundanya IPO Pegadaian pada tahun ini.

Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Jasa Parikesit Suprapto mengatakan, IPO Pegadaian batal direalisasikan tahun ini lantaran masih menunggu stabilnya perubahan status Pegadaian dari perusahaan umum (Perum) menjadi persero. Perubahan status tersebut baru resmi pada akhir tahun lalu. Saat ini, Pegadaian masih menunggu perubahan neraca audit dari perum menjadi persero.

“Akan lebih bagus untuk IPO, jika Pegadaian lebih mapan lagi,” kata dia di Jakarta, Sabtu malam 3 Februari 2012.

Karena itu, Parikesit menambahkan, Pegadaian akan diusulkan ke Komite Privatisasi untuk bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun depan. Dengan menjadi perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki publik, tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG) Pegadaian akan semakin baik.

Untuk menambah jumlah BUMN yang melantai di BEI pada tahun ini, Deputi Menteri BUMN bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Pandu Djajanto meminta satu calon BUMN yang siap IPO dari tiap kedeputian untuk diusulkan. Selanjutnya, akan dipilih BUMN mana yang layak menggantikan Pegadaian untuk IPO tahun ini. Kementerian BUMN sebelumnya berharap bisa melepas sebagian saham lima BUMN kepada public pada tahun ini.

“Kita harapkan ada lima BUMN yang IPO, tapi minimal tiga BUMN,” ujar dia.

Adapun BUMN yang sudah mendapat restu untuk melantai di Bursa adalah PT Semen Baturaja dengan melepas maksimal 35% sahamnya ke publik. Disetujuinya IPO semen baturaja lantaran masalah utang perseroan dalam bentuk Rekening Dana Investasi (RDI) dan masalah lahan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah selesai.

Direktur Utama Semen Baturaja Pamudji Raharjo mengatakan, perseroan akan melakukan beauty contest untuk menunjuk penjamin emisi (underwriter) IPO pada Februari 2012, sehingga IPO bisa dilaksanakan pada semester II/2012. Dana hasil IPO sebagian akan digunkan untuk pembangunan pabrik baru.

Adapun, kebutuhan dana perseroan tahun ini untuk pembangunan pabrik sekitar Rp2,5 triliun. Dana tersebut bersumber dari kas internal, pinjaman perbankan lokal dan dana hasil IPO.

Pabrik semen yang berlokasi di Sumatera tersebut memiliki kapasitas 1,5 juta ton. Persiapan pembangunan pabrik ini dimulai tahun ini, sedangkan pembangunan fisik pada tahun depan dan ditargetkan rampung pada 2015. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved