Tanjung Priok ditutup, eksistensi buah lokal terancam

Jum'at, 10 Februari 2012 - 17:49 WIB
Tanjung Priok ditutup,...
Tanjung Priok ditutup, eksistensi buah lokal terancam
A A A
Sindonews.com - Kebijakan penutupan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pintu masuk impor buah dan sayuran, menurut Asosiasi Eksportir-Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia (Aseibssindo) justru akan menimbulkan ancaman terhadap eksistensi buah lokal.

Ketua Umum Aseibssindo Kafi Kurnia mengatakan, dari produksi buah nasional banyak dihasilkan dari Jawa Timur dan mencapai 30 persen dari total produksi Indonesia. "Jika Surabaya dibuka sebagai pintu masuk impor buah dan sayur, maka eksistensi buah lokal menjadi terancam," ujarnya yang ditemui di Menara Kadin Indonesia, Kuningan, Jakarta, Jumat (10/2/2012).

Dirinya juga menambahkan akan terasa dampak negatifnya dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Menurutnya pada masa satu tahun penerapannya, volume impor buah dan sayur akan menurun 60 persen namun pada tahun berikutnya justru volume semakin meningkat.

"Pada tahun kedua dan seterusnya, importir akan banyak menanamkan investasi baru di empat pintu masuk yang ditunjuk pemerintah," ungkapnya.

Hal ini, justru membuat buah dan sayur impor membanjiri empat provinsi pintu masuk. "Tahun kedua dan ketiga sejak penerapan aturan ini tidak akan menguntungkan Indonesia. Harus ada pemikiran lebih lanjut supaya tidak membahayakan daerah pintu masuk," tegasnya.

Sebagai informasi, Kementerian Pertanian memperketat pemasukan importasi buah dan sayur dengan mengeluarkan Permentan Nomor 89 tahun 2011 yang mengubah Permentan Nomor 37 tahun 2006. Isinya tentang Persyaratan Teknis dan Tindakan Karantina Tumbuhan untuk Pemasukan Buah-buahan dan atau Sayuran Segar ke Dalam Wilayah RI.

Tempat pemasukan buah dan sayuran segar yang awalnya melalui delapan lokasi menjadi empat lokasi. Empat pintu masuk itu yakni Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Belawan Medan, dan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang. Aturan Permentan ini berlaku efektif mulai 19 Maret 2012. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
37 menit yang lalu
Sakha Coffee Perluas...
Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Lokal, Penjualan Digital Tumbuh 60%
1 jam yang lalu
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
1 jam yang lalu
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
2 jam yang lalu
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
4 jam yang lalu
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved