Di ambang kebangkrutan, Kodak masih dituntut Apple

Rabu, 15 Februari 2012 - 19:48 WIB
Di ambang kebangkrutan,...
Di ambang kebangkrutan, Kodak masih dituntut Apple
A A A
Sindonews.com - Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin istilah yang tepat dihadapi oleh Eastman Kodak. Setelah berjuang untuk menghindari kebangkrutan, kini Kodak mendapat tuntutan dari raksasa Apple terkait tuduhan pelanggaran paten.

Apple meminta persetujuan hakim kepailitan untuk menuntut Eastman Kodak menyangkut tuduhan melanggar patennya, yang dikatakan Apple melingkupi teknologi yang digunakan dalam printer, kamera digital dan bingkai foto digital.

Kemarin, Apple mengatakan dalam pengajuan di Pengadilan Kepailitan AS di New York, mereka berniat untuk mengajukan keluhan terhadap Kodak di International Trade Commision (ITC) dan gugatan yang berhubungan di Pengadilan Distrik AS di Manhattan berdasarkan klaim pelanggaran paten.

Sedangkan dengan alasan hukum kepailitan tidak bisa mencegah pengajuan gugatan pelanggaran terhadap sebuah perusahaan dalam perlindungan pengadilan. "Apple menyampaikan permintaan kewenangan dari pengadilan ini sebelum melakukan tindakan di luar dari banyaknya perhatian," ungkap pengacara perusahaan dalam pengajuan, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (15/2/2012).

Sementara itu, Apple mengatakan dalam pengajuan Kodak akan memiliki hak untuk meminta pengadilan menghentikan kasus di Pengadilan Distrik sampai ITC membuat keputusannya. Meskipun perintah pengadilan berdasarkan permintaan itu tidak diperlukan, sebelum Apple memulai tuntutan hukum.

Apple sebelumnya menyatakan, pihaknyalah yang merupakan pemilik sebenarnya dari paten image-preview yang merupakan subjek dari klaim pelanggaran yang diajukan terhadap perusahaannya dan Research In Motion (RIM).

Perusahaan berbasis di California itu berpendapat mereka mengembangkan sebuah kamera digital pada awal 1990-an bersama dengan Kodak. Lalu Kodak mengupayakan paten pada teknologi itu, namun Kodak telah membantah tuduhan tersebut.

Di luar tuntutan paten, saat ini Kodak pun tengah menghadapi posisi sulit dan berjuang mengatasi kejatuhannya dengan mengumumkan mereka akan berhenti membuat kamera digital dan kamera video. Rencananya, perusahaan pionir fotografi tersebut akan mengalihkan perhatian ke bisnis percetakan miliknya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved