BP diminta hidupkan kembali ladang minyak Irak

Senin, 27 Februari 2012 - 09:39 WIB
BP diminta hidupkan...
BP diminta hidupkan kembali ladang minyak Irak
A A A
Sindonews.com – Perusahaan minyak Inggris, British Petroleum (BP), diminta oleh pemerintah Irak untuk bekerja sama menghidupkan kembali ladang minyak raksasa Kirkuk di Irak Utara.

Sumber industri mengatakan, Baghdad menginginkan BP melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan di ladang minyak Rumaila, Irak Selatan, di mana BP mengoperasikan sebuah proyek senilai USD30 miliar.

Produksi Kirkuk mengalami penurunan menjadi 280 ribu barel per hari (bph) dari 900 ribu per hari pada 2001, setelah beberapa tahun digunakan untuk pembuangan minyak mentah dan penyulingan.

Pejabat Irak mengungkapkan ingin bekerja sama dengan BP untuk membendung penurunan tenaga kerja usia tidak produktif, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi menjadi 600 ribu bph dalam kurun waktu lima tahun.

“BP telah memberikan beberapa saran teknis untuk Kirkuk, tetapi belum terlalu lengkap,” ungkap sumber dikutip Reuters, akhir pekan lalu. Sementara BP menyatakan akan mempertimbangkan peluang investasi lebih lanjut di Irak.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
31 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
47 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
2 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
2 jam yang lalu
Infografis
4 Pulau Sengketa Kembali...
4 Pulau Sengketa Kembali ke Pangkuan Aceh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved