Sulsel tak siap terima sayur-buah impor

Jum'at, 09 Maret 2012 - 09:33 WIB
Sulsel tak siap terima...
Sulsel tak siap terima sayur-buah impor
A A A


Sindonews.com - Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tak siap menerima sayur dan buah impor. Penyebabnya, infrastruktur karantina di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar belum tersedia.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Makassar Hermansyah mengatakan, untuk sistem pemeriksaan kelayakan produk hortikultura impor yang masuk melalui Pelabuhan Makassar, tidak ada masalah.

Kendalanya ada pada kesiapan infrastruktur, seperti gudang pendingin untuk penyimpanan buah dan sayur impor. “Jumlah gudang yang ada sekarang terbatas dan tidak lengkap,” kata dia di Makassar, Kamis 8 Maret 2012.

Walau demikian, dia menjelaskan, masih ada waktu hingga beberapa bulan ke depan untuk mempersiapkannya. “Pemerintah menunda impor buah dan sayur hingga Juni nanti,” ujar dia.

Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar ditetapkan sebagai pintu masuk buah dan sayur impor. Selain Makassar, pemerintah juga menetapkan tiga tempat pemasukan lain, yakni Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Belawan Medan, dan Bandara Soekarno- Hatta Tangerang.

Hal itu diatur dalam Permentan No 89/Permentan/ OT.140/12/2011 tentang Persyaratan Teknis dan Tindakan Karantina untuk Pemasukan Buah atau Sayuran Buah Segar ke NKRI.

Selain itu, ada Permentan No 90/Permentan/ 0T.140/12/2011 tentang Persyaratan dan Tindakan Karantina Tumbuhan untuk Pemasukan Hasil Tumbuhan Hidup Berupa Sayur Umbi Lapis Segar ke dalam NKRI. Dalam aturan tersebut juga melarang impor buah dan sayuran melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Aturan itu mulai diberlakukan Senin 19 Maret 2012. Namun, Selasa 6 Maret 2012 lalu, pemerintah memutuskan penundaan pemberlakuan regulasi tersebut menjadi 19 Juni 2012.

”Namun, lantaran beberapa pertimbangan,implementasinya ditunda selama tiga bulan ke depan,” ujar Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Selasa 6 Maret 2012.

Menurut Mentan, pertimbangan penundaan implementasi kedua beleid tersebut adalah memberikan kecukupan waktu kepada pemangku kepentingan serta negara mitra dagang. Cakupan waktu itu untuk menyiapkan sarana dan prasarana berupa pergudangan, cold storage, dan sarana transportasi.

”Bila tidak siap, kami khawatir akan menghambat kelancaran arus distribusi buah-buahan atau sayuran impor ke Tanah Air,” tutur dia. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
1 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
1 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
1 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
1 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved