ESDM: Kenaikan harga BBM tetap harus terjadi
Senin, 26 Maret 2012 - 14:52 WIB
ESDM: Kenaikan harga BBM tetap harus terjadi
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menyatakan bahwa kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap harus terjadi. Karena dalam perhitungannya, harga minyak dunia berpotensi terus melonjak naik.
"Harga ICP (Indonesia Crude Price) bulan ini saja rata-rata sudah mencapai USD128 per barel, situasi sudah harus semakin diwaspadai," ungkapnya saat ditemui ketika skorsing rapat dengan Badan Anggaran DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (26/3/2012).
Jero mengatakan, dengan tingginya harga ICP dan potensinya untuk terus naik, kenaikan harga BBM subsidi wajib dilakukan. Hal ini dikarenakan jika kenaikan tidak dilakukan konsumsi BBM subsidi dipastikan akan mengalami kelebihan kuota atau menerima kerugian yang sangat banyak.
"Faktanya kemudian simulasi, kalau BBM kita tetap Rp4.500 per liter maka 40 juta kiloliter (kl) akan lewat banyak, karena lihat saja Januari dan Februari saja sudah lebih banyak jika dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, jadi pikirkan lah bersama," ungkapnya.
Sementara itu pada waktu sebelumnya, Anggota Badan Anggaran dari fraksi PDI Perjuangan Dolfi OFP mengatakan kenaikan harga BBM hanya merupakan permainan pemerintah semata. Pasalnya, jika alasannya adalah anggaran subsidi yang kurang dan mengakibatkan APBN tidak sehat maka ditawarkan anggaran subsidi BBM sebesar Rp178 triliun, tanpa harus menaikkan harga BBM.
"Kalau pemerintah lebih kecil kan Rp137 triliun artinya BBM akan naik, supaya BBM tidak kita tawarkan naik jadi Rp178 triliun, itu BBM tidak naik," tegas Dolfin kepada sindonews di Gedung DPR, Senayan dini hari tadi.
Dia juga menyampaikan, PDI Perjuangan tidak akan setuju terhadap kenaikan harga BBM dan akan terus mencari solusi yang tepat tanpa harus menaikkan harga BBM. (bro)
()