Citibank: BBM naik berdampak positif jangka panjang

Rabu, 11 April 2012 - 14:23 WIB
Citibank: BBM naik berdampak...
Citibank: BBM naik berdampak positif jangka panjang
A A A
Sindonews.com - Director Head of Indonesia Research Citi Investment Research and Analysis Ferry Wong menilai rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan berdampak positif untuk perekonomian Indonesia jangka menengah dan panjang. Walaupun dapat dimungkinkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan turun sedikit menjadi 6,2 persen akibat kenaikan harga BBM.

"Karena pada 2011 ini anggaran untuk subsidi lebih besar dari pengeluaran belanja modal. Jadi dengan menaikkan harga minyak akan mengoreksi alokasi anggaran subsidi," ungkap Ferry saat ditemui di Hotel Ritz Carlton, Pasific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (11/4/2012).

Kemudian, dia juga menyatakan setuju terhadap rencana pemerintah yang akan mengeluarkan kompensasi berupa bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) untuk meningkatkan daya beli masyarakat saat harga BBM naik.

Citibank memprediksi harga minyak mentah Indonesia dalam 2-3 bulan kedepan akan melebihi rata-rata USD120,8 per barel, batas 15 persen dari patokan ICP Indonesia USD105 per barel. Sehingga pemerintah mempunyai wewenang untuk menaikkan harga BBM.

Berdasarkan analisis Citibank, dengan kenaikan harga BBM sebesar 33 persen maka akan menyebabkan inflasi 7,2 persen dan pertumbuhan ekonomi terkoreksi menjadi 6,2 persen.

Setiap kenaikan Rp1.000 per liter, maka pemerintah dapat menghemat anggaran subsidi Rp38 triliun atau USD4,5 miliar. "Otomatis pemerintah punya save lebih, ada budget lebih banyak dan bisa bangun jalan, jalan tol dan lain-lain," jelasnya.

Citibank melihat jika infrastruktur tidak dibenahi dalam 2-3 tahun mendatang maka perekonomian Indonesia akan over heating. Hal ini melihat catatan pertumbuhan ekonomi Indonesia masa lalu dimana setelah 2-3 tahun keluar dari krisis maka pertumbuhan ekonomi akan turun namun inflasi meroket.

"Salah satunya karena infrstruktur kita kelebihan beban. Solusinya infrastruktur musti dibangun," pungkasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
58 menit yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
Jadwal MotoGP Mandalika...
Jadwal MotoGP Mandalika 2025, Mampukah Marc Marquez Naik Podium?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved