PDAM Surya Sembada didesak rombak manajemen

Kamis, 26 April 2012 - 16:41 WIB
PDAM Surya Sembada didesak...
PDAM Surya Sembada didesak rombak manajemen
A A A
Sindonews.com – Buruknya layanan PDAM Surya Sembada beberapa bulan terakhir menjadi alasan berbagai kalanan untuk mendesak perubahan komposisi personil di tingkat direksi. Beberapa posisi penting yang memiliki andil besar dalam layanan PDAM sampai saat ini masih kosong.

Sejak terpilihnya Ashari Mardiono sebagai Direktur Utama (Dirut) PDAM, jabatan direktur produksi yang sebelumnya dijabatnya sampai sekarang masih kosong. Padahal keberadaan direktur produksi langsung berhubungan dengan layanan pada pelanggan. Apalagi beberapa hari terakhir sempat ada penghentian produksi air PDAM karena kendala listrik.

Ketua Dewan Pelanggan PDAM Ali Musyafak menuturkan, dengan kosongnya personil di posisi produksi bisa berpengaruh pada layanan di PDAM. “Sekarang ini kan direktur produksinya menjabat sebagai Dirut PDAM, jadi jabatan direktur produksinya tidak ada,” ujar Ali Kamis (26/4/2012).

Ia melanjutkan, buruknya layanan di PDAM selama ini, seperti sering matinya pasokan air ke pelanggan salah satu indikatornya karena
jabatan direksi di PDAM tidak sesuai. Apalagi posisi dirut harus merangkap jabatan sebagai direktur produksi.

“Akibat rangkap jabatan itu produksi air PDAM untuk pelanggan tidak maksimal. Terbukti banyak pelanggan PDAM kekurangan air atau pasokan airnya sering mati,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Distribusi PDAM Tatur Djauhari menuturkan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini baik secara lisan maupun tertulis sudah memutuskan untuk mengubah komposisi bagian atau lembaga di tubuh PDAM sebulan lalu. Intinya, bagian distribusi akan dijadikan satu dengan bagian produksi dan dipimpin seorang direktur operasional.

Kemudian bagian keuangan akan dijadikan satu dengan bagian pelayanan yang dinamakan bagian umum. Bagian umum ini nantinya juga akan
dipimpin seorang direktur yang diberi nama direktur umum. “Jadi memang ada perubahan, termasuk ada pengabungan jabatan menjadi satu,” katanya.

Atas perubahan ini, lanjutnya, sudah tentu membutuhkan waktu lama paling tidak tiga bulan ke depan. Sebab, lembaga yang diubah
komposisinya banyak dihuni karyawan PDAM. Selain itu, perlu adaptasi bagi karyawan PDAM yang posisinya dipindah.

“Bagian atau lembaga yang diubah itu cukup besar dan banyak orangnya, jadi dimungkinkan agak sedikit sulit dan lama,” ungkap tatur.

Menurutnya, dari segi layanan perubahan komposisi itu dimungkinkan akan lebih bagus dari sekarang ini. Karena, direktur operasional akan menangani semua masalah yang terkait dengan produksi air PDAM, ganguan pipa, dan lainnya. Sedangkan direktur umum akan melayani sambungan ke pelanggan.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Australia Bangun Pembangkit...
Australia Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved