Gardu PLN meledak, industri di Bandung tersendat

Jum'at, 04 Mei 2012 - 17:51 WIB
Gardu PLN meledak, industri...
Gardu PLN meledak, industri di Bandung tersendat
A A A
Sindonews.com - Aktivitas industri di kawasan Bandung Timur dipastikan tersendat setelah salah satu gardu induk PLN di Ujungberung meledak pada Kamis 3 Mei kemarin. Akibat kebakaran tersebut, pasokan listrik ke sejumlah industri terhambat dan proses produksi tidak lancar.

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar Deddy Widjaya mengatakan, kebakaran pada gardu induk Ujungberung membuat aktivitas industri di wilayah Bandung Timur dan Jatinangor terhambat.

“Ada beberapa industri yang tidak bisa beroperasi, karena tersendatnya pasokan listrik,” kata Deddy Widjaya kepada wartawan di Bandung, Jumat (4/5/2012).

Menutur Deddy, paling tidak ada sekitar 100 industri besar, sedang, dan kecil yang terkena dampak terbakarnya gardu listrik PLN. Industri tersebut bergerak di berbagai sektor, seperti tekstil, garmen, industri manufaktur dan lainnya. Belum lagi sektor rill lainnya yang tidak terdeteksi.

Kondisi tersebut, lanjut dia, sangat menghambat aktivitas industri. Apalagi, industri yang mengandalkan sumber energi hanya dari pasokan listrik PLN. Selain itu, perusahaan pun harus menghentikan aktivitas pekerja akibat tidak bisa beroperasinya mesin industri. “Sementara mereka harus memenuhi kebutuhan pesanan dan tetap membayar upah karyawan,” timpal dia.

Lebih lanjut Deddy mengatakan, akibat kejadian tersebut, industri di wilayah Bandung Timur dan Jatinangor mengalami kerugian yang cukup besar. Diperkirakan, kerugian akibat terhentinya operasional bisnis mencapai puluhan miliar. Jumlah itu bisa lebih besar apabila dihitung dengan efek nonmaterial.

Namun yang paling penting, terhentinya aktivitas industri, akan membahayakan suplai barang kepada pemesan. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan membuat industri menjadi kehilangan kepercayaan dari mitra kerjanya. “Kalau tidak bisa memenuhi pesanan, bisa jadi ada industri yang terkena pinalti,” jelas dia.

Deddy berharap, PLN segera melakukan perbaikan kerusakan tersebut. Sehingga, kerugian kalangan industri bisa diminimalisir dan pengusaha tidak dirugikan. “Semestinya ini menjadi pelajaran bagi PLN. Jangan sampai, kenaikan tarif listrik tidak diimbangi oleh pemerliharaan jaringan agar pelayanan kepada pelanggan tidak terbaikan,” timpal dia. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved