Sotoji antar Rohmat jadi jutawan

Minggu, 20 Mei 2012 - 16:14 WIB
Sotoji antar Rohmat...
Sotoji antar Rohmat jadi jutawan
A A A
Sindonews.com - Iseng, sepertinya banyak menjadi alasan pertama para pengusaha dalam memulai karirnya. Begitu juga dengan halnya Rohmat Sastro Sugito. Berawal dari keisengan, dia berhasil menciptakan satu makanan bernama Sotoji atau Soto Jamur Instan.

Makanan berbahan dasar jamur tersebut, tersaji sebagai jenis makanan siap saji. Racikan yang alami diolah Rohmat sehingga dapat dinikmati lengkap dengan gizinya.

"Iseng. Sebelumnya dicoba ngolah berbagai jenis jamur kan. Dan cukup diterima,"ujar nya beberapa waktu lalu pada sambungan teleponya kepada Sindonews.

Dirinya mengaku, keisengan tersebut juga diiringi dengan harga jamur yang tidak stabil. Sehingga menyebabkan kerugian bagi para petaninya.

"Awalnya banyak petani jamur. Nah, kalau sedang panen harganya kan jadi murah. Kalau diolah harganya jadi stabil," jelasnya.

Kini, usaha yang dinaungi PT Tri Rastra Sukses Sejahtera ini, memang masih dalam skala kecil. Perhari, perusahaan yang berlokasi di Bogor tersebut, memproduksi 40 dus.

"Dalam waktu dekat, kita akan tingkatkan lima kali lipat. Jadi kalau sekarang cuma 40 dus itu dalam satu dus berisi 20 buah, karena kan mesinnya juga kan. Nanti ada mesin dari Jawa Timur, jadi bisa sampai 500 dus per hari,"tambahnya.

Rohmat tidak mau bercerita banyak tentang modalnya. Dia hanya menuturkan, bahwa dirinya dulu hanya memiliki satu buah mobil. Dari modal tersebut, mengantarkan usahanya sampai ke penghasilan Rp60 juta perbulan. Walaupun cukup miris, ditahun pertama, dirinya hanya bisa meraup sedikit keuntungan.

Sotoji, saat ini sedang dikembangkan juga ke bentuk waralaba. Pada kedai yang sudah dimilikinya, Sotoji dijual seharga Rp50 ribu per dus. Pembeli bisa membeli dalam bentuk kemasan ataupun langsung menikmati di kedai tersebut. Untuk lokasi kedainya juga baru berada di kawasan Depok. Rencananya akan terus berekspansi ke pasar lokal yang menurutnya memiliki banyak peluang.

"Masuk pasar luar memungkinkan kenapa tidak. Tapi fokus di pasar Indonesia karena saat ini kemungkinan terbuka masih sangat luas,"pungkasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
21 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved