Penghematan BBM, Pemprov Jabar evaluasi perjalanan dinas

Senin, 04 Juni 2012 - 12:03 WIB
Penghematan BBM, Pemprov...
Penghematan BBM, Pemprov Jabar evaluasi perjalanan dinas
A A A
Sindonews.com - Menindaklanjuti instruksi presiden tentang penghematan energi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) tidak menambah anggaran untuk pembelian BBM non subsidi (Pertamax) bagi kendaraan dinas atau pelat merah.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, menyiasati penghematan energi ini pihaknya akan mengevaluasi perjalanan dinas ke luar kota.

"Makanya perjalanan dinas akan kita evaluasi, yang tak perlu dicoret. Kita hanya biayai perjalanan dinas yang mendesak yang betul-betul perlu untuk kepentingan masyarakat kita," kata Heryawan, di sela pemasangan stiker larangan pembelian premium untuk kendaraan dinas di lingkup Pemprov Jabar, Jalan Diponegoro, Senin (4/6/2012).

Penambahan anggaran untuk Pertamax, kata dia, tidak bisa dilakukan karena perlu perubahan anggaran APBD 2012. Sehingga, Pemprov Jabar menganggarkan sebagaimana yang ada di angggaran 2012 yang sudah ditetapkan.

Dia berharap, tidak ada perubahan anggaran sama sekali. "Mudah-mudahan selamanya tidak ada perubahan anggaran. Karena kita ingin penghematan saja. Anggaran sekian harus pakai Pertamax, ya harus dicukupkan," paparnya.

Disinggung soal penambahan anggaran di APBD perubahan nanti, kata Heryawan, pihaknya masih harus melihat hasil evaluasi setelah upaya Pemprov Jabar melakukan penghematan energi yang mulai berlaku saat ini di lingkungan Pemprov Jabar.

"Kita akan lihat, evaluasi APBD perubahan ketika sekarang (upaya penghematan) efektif, jalan seperti biasa, berarti selesai," ujarnya.

Mengenai pengawasan anggaran untuk pembelian BBM supaya tidak disalahgunakan untuk membelikan Premium, hal itu bisa dicegah dengan adanya pemasangan stiker BBM nonsubsidi di mobil pelat merah.

Sehingga tinggal dibutuhkan ketegasan petugas SPBU untuk tidak melayani pembelian Premium bagi kendaraan yang dipasang stiker warna sekira seukuran bungkus rokok bertulisan: "Mobil ini tidak menggunakan BBM bersubsidi".

Seperti diketahui, hari ini sebanyak 1.200 mobil di lingkungan Pemprov Jabar dipasang stiker larangan membeli BBM bersubsidi Premium
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
45 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved