Menkeu AS Peringatkan Jangan Ada Aksi Balasan Tarif Trump: Duduk Diam dan Terima Saja

Minggu, 06 April 2025 - 04:09 WIB
loading...
Menkeu AS Peringatkan...
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent mendesak mitra dagang Washington untuk tidak melakukan aksi balasan terhadap tarif impor terbaru Presiden Donald Trump. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent mendesak mitra dagang Washington untuk tidak melakukan aksi balasan terhadap tarif impor terbaru Presiden Donald Trump. Seperti diketahui Trump pada hari Rabu, kemarin mengumumkan tarif timbal balik pada ekspor dari negara-negara di seluruh dunia.

Upaya Trump yang disebut sebagai 'Hari Pembebasan' itu meningkatkan kekhawatiran pecahnya perang dagang global. Berbicara kepada Fox News tak lama setelah pengumuman Trump, Bessent mengatakan bahwa pungutan tersebut bertujuan untuk meletakkan dasar bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Baca Juga: Mengenal Scott Bessent, Investor yang Ditunjuk Trump Jadi Menkeu AS

"Saran saya kepada setiap negara saat ini adalah jangan membalas. Duduk, terima saja, dan mari kita lihat bagaimana kelanjutannya," kata Menkeu AS, Bessent.

Ia memperingatkan bahwa pembalasan akan menyebabkan eskalasi. Trump telah membingkai kebijakan tarif terbaru sebagai 'Hari Pembebasan' sebagai cara untuk mengembalikan keseimbangan perdagangan global. Seperti diketahui Trump telah lama menuduh negara-negara asing menyalahgunakan keterbukaan pasar AS dan "menipu" rakyat Amerika.

AS akan memberlakukan tarif dasar 10% pada semua impor mulai 5 April 2025. Sedangkan tarif timbal balik akan berlaku pada 9 April. Selanjutnya tarif 25% yang ditujukan untuk mobil dan truk mulai berlaku pada 3 April, dengan tarif yang sama pada suku cadang mobil akan menyusul pada 3 Mei.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
AS Ancam Tarif 100%...
AS Ancam Tarif 100% Bagi Pembeli Minyak Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertemuan Trump dan...
Pertemuan Trump dan Xi Jinping Diyakini Bahas Taiwan hingga Konflik Iran
ART RI-AS Dinilai Tidak...
ART RI-AS Dinilai Tidak Mencerminkan Prinsip Timbal Balik, Indonesia Tanggung Beban Lebih Besar
Polemik Tarif Resiprokal...
Polemik Tarif Resiprokal AS, Prabowo Tegaskan Tak Bakal Korbankan Kepentingan Nasional
Rekomendasi
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
Netizen Jepang Tuding...
Netizen Jepang Tuding BTS Diperlakuan Khusus FIFA di Piala Dunia 2026
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Berita Terkini
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved