Jadi sentra TKI, Bantaeng butuh solusi perlindungan

Jum'at, 08 Juni 2012 - 16:39 WIB
Jadi sentra TKI, Bantaeng...
Jadi sentra TKI, Bantaeng butuh solusi perlindungan
A A A
Sindonews.com - Peneliti dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menyebutkan Bantaeng dan Bulukumba sebagai sentra pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Sulsel.

Menurut Peneliti utama Zanterman Raja Guk Guk mengatakan, saat ini pihaknya melakukan penelitian di dua kabupaten tersebut. “Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui kesiapan pemerintah daerah untuk melakukan perlindungan terhadap warganya yang menjadi tenaga kerja di luar negeri,” jelas Zanterman.

Pasalnya, kata dia, TKI bisa menjadi salah satu modus operandi untuk tindak pidana perdagangan manusia (human traficking). Kebanyakan, korban-korban trafficking itu adalah pekerja yang berangkat secara ilegal. Meski demikian, pekerja yang berangkat secara legal juga masih sering terperangkap praktek human trafficking itu.

“Ironisnya, perlindungan terhadap TKI dinilai belum optimal. Oleh karena itu, kami berharap ada masukan ide perlindungan dari berbagai daerah yang merupakan kantong pengerah,” jelas dia.

Sehingga, pihaknya akan melakukan pengumpulan data, serta mencari solusi perlindungan TKI. Sekretaris Kabupaten Bantaeng HM Yasin mengatakan, salah satu penyebab banyaknya TKI bermasalah karena kemampuan sumber daya manusia (SDM). Selain masalah keterampilan, juga masalah adaptasi budaya dan bahasa pada negara tujuan.

Dia menyebutkan, Bantaeng sendiri telah melakukan inovasi melakukan pelatihan terhadap calon TKI untuk pasar Korea dan Jepang sebagai antisipasi kebijakan Gubernur Sulsel untuk mengirim 1.000 tenaga kerja setiap tahun ke luar negeri. Pelatihan dilakukan agar calon TKI mengerti bahasa dan budaya Negara tujuan.

Sekedar diketahui, berdasarkan data dari Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnakertrans) Bantaeng hingga akhir Mei tahun ini, sebanyak 670 orang sudah mengajukan rekomendasi untuk menjadi TKI. Selain itu, sebanyak 272 orang lainnya sudah mengantongi surat jalan. Sejauh ini, Dinsosnakertrans mencatat sebanyak 370 warga Bantaeng sudah ada di luar negeri untuk menjadi TKI.

“Rata-rata warga yang menjadi TKI lebih memilih Malaysia, karena aksesnya mudah,” ungkap Kabid Naker Dinsosnakertran Bantaeng Syahrul Bayan.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved