Pasar Kosambi tak terurus
Senin, 11 Juni 2012 - 10:31 WIB
Pasar Kosambi tak terurus
A
A
A
Sindonews.com – Sejumlah pedagang dan pengunjung di Pasar Kosambi mulai mengeluhkann kondisi pasar tersebut.Selain semerawut, pasar terlihat kotor dan tidak terurus.
Banyak lahan kosong yang dibiarkan berantakan karena tidak berpenghuni. Pasar Kosambi memiliki enam lantai dengan ratusan kios yang tersedia. Namun, dari jumlah itu, hanya dua lantai yang dimanfaatkan pedagang. Sedangkan, empat lantai lainnya ditinggalkan pedagang karena sepi pembeli. Disisi lain, para pedagang memanfaatkan lahan kosong yang berada di lapangan untuk di bangun kios baru sebagai lahan usaha.
Padahal, kawasan tersebut merupakan wilayah hijau yang tidak diperbolehkan untuk berdagang. Dudung Abdullah,27, salah satu pedagang di Pasar Kosambi mengatakan, keberadaan kios baru yang berdiri di halaman pasar membuat penghasilannya menurun. Dia mengaku, usahanya membuka keperluan seragam sekolah di lantai satu kalah bersaing dengan pedagang yang memiliki kios di lapangan pasar. “Seharusnya pengelola pasar tidak mengizinkan mereka membangun kios di luar pasar, kenapa tidak di tarik ke dalam pasar agar menempati kios yang masih banyak kosong,” ungkap Dudung.
Dia menilai,keberadaan kios baru itu mengakibatkan stabilitas antar pedagang tidak sehat. Selain itu,pasar semakin semerawut.“ Otomatis pembeli memilih pasar yang berada di luar dibandingkan pasar yang berada di dalam.Ini akibat keberadaan kios baru tersebut,”keluh dia. Ketua Koperasi Kosambi Heru Puspo mengatakan, bangunan kios yang berada di halaman pasar banyak yang permanen. Hal itu tidak sesuai dengan kesepakatan antara pedagang. Sementara, jika ingin memanfaatkan lahan yang ada di Pasar Kosambi, masih banyak kios yang kosong di lantai dua,dan lantai lainnya.
“Kenapa pengelola membiarkan pedagang membuka kiosnya secara permanen di halaman pasar.Padahal,masih banyak lahan yang lahannya kosong. Ini sangat bertolak belakang,”ujar dia. Dia berharap, kondisi ini akan kembali tertib agar pedagang dan pembeli sama-sama diuntungkan. Dia juga meminta pengelola dan PD Pasar Bermartabat kembali melakukan penataan. Sebab, sudah dua bulan belakangan,banyak pedagang yang mau kembali ke kios di lantai dua.“Sudah dua bulan terakhir kami membenahi kondisi ini dan sekitar 50 pedagang mau pindah ke lantai dua,mudah-mudahan dengan adanya pusat penjualan alat TNI/Polri ini bisa menarik animo pembeli,”harapnya.
Sementara itu, seorang pedagang yang berjualan di halaman parkir Pasar Kosambi mengaku setiap tahunnya menyewa kepada pihak pengelola pasar sebesar Rp2,5 juta.“Kalau saya nyewa pertahunnya Rp2,5 juta,sedangkan ada juga yang membeli satu kios dengan harga minimal Rp15 juta,”ujar pedagang yang enggan disebutkan namanya itu. Dia mengaku, setelah menyewa lahan sesuai ketentuan akan mendapat jaminan dari pengelola untuk berdagang di lahan hijau di kawasan Pasar Kosambi.“Mereka menjamin tidak akan digusur atau dipindah. Itu membuat saya lega berjualan,” paparnya.
Sementara itu ketika dikonfirmasi Kabid Ops Satpol PP Kota Bandung Kurnaedi menegaskan pihaknya akan merespon dan merencanakan penertiban kios-kios yang berdiri tidak semestinya.“Kita akan tertibakan kios-kios itu, karena pada awalnya lahan yang kini dijadikan tempat berjualan merupakan lahan parkir dan juga lahan hijau untuk taman,” ungkap Kurnaedi. Dia mengaku, banyaknya kios yang berdiri dikawasan hijau, membuat Pasar Kosambi semakin kumuh.
“Untuk itu kita lakukan penataan dengan berkoordinasi dengan PD Pasar Bermartabat sebagai pemangku kebijakan,”tandas Kurnaedi.
Banyak lahan kosong yang dibiarkan berantakan karena tidak berpenghuni. Pasar Kosambi memiliki enam lantai dengan ratusan kios yang tersedia. Namun, dari jumlah itu, hanya dua lantai yang dimanfaatkan pedagang. Sedangkan, empat lantai lainnya ditinggalkan pedagang karena sepi pembeli. Disisi lain, para pedagang memanfaatkan lahan kosong yang berada di lapangan untuk di bangun kios baru sebagai lahan usaha.
Padahal, kawasan tersebut merupakan wilayah hijau yang tidak diperbolehkan untuk berdagang. Dudung Abdullah,27, salah satu pedagang di Pasar Kosambi mengatakan, keberadaan kios baru yang berdiri di halaman pasar membuat penghasilannya menurun. Dia mengaku, usahanya membuka keperluan seragam sekolah di lantai satu kalah bersaing dengan pedagang yang memiliki kios di lapangan pasar. “Seharusnya pengelola pasar tidak mengizinkan mereka membangun kios di luar pasar, kenapa tidak di tarik ke dalam pasar agar menempati kios yang masih banyak kosong,” ungkap Dudung.
Dia menilai,keberadaan kios baru itu mengakibatkan stabilitas antar pedagang tidak sehat. Selain itu,pasar semakin semerawut.“ Otomatis pembeli memilih pasar yang berada di luar dibandingkan pasar yang berada di dalam.Ini akibat keberadaan kios baru tersebut,”keluh dia. Ketua Koperasi Kosambi Heru Puspo mengatakan, bangunan kios yang berada di halaman pasar banyak yang permanen. Hal itu tidak sesuai dengan kesepakatan antara pedagang. Sementara, jika ingin memanfaatkan lahan yang ada di Pasar Kosambi, masih banyak kios yang kosong di lantai dua,dan lantai lainnya.
“Kenapa pengelola membiarkan pedagang membuka kiosnya secara permanen di halaman pasar.Padahal,masih banyak lahan yang lahannya kosong. Ini sangat bertolak belakang,”ujar dia. Dia berharap, kondisi ini akan kembali tertib agar pedagang dan pembeli sama-sama diuntungkan. Dia juga meminta pengelola dan PD Pasar Bermartabat kembali melakukan penataan. Sebab, sudah dua bulan belakangan,banyak pedagang yang mau kembali ke kios di lantai dua.“Sudah dua bulan terakhir kami membenahi kondisi ini dan sekitar 50 pedagang mau pindah ke lantai dua,mudah-mudahan dengan adanya pusat penjualan alat TNI/Polri ini bisa menarik animo pembeli,”harapnya.
Sementara itu, seorang pedagang yang berjualan di halaman parkir Pasar Kosambi mengaku setiap tahunnya menyewa kepada pihak pengelola pasar sebesar Rp2,5 juta.“Kalau saya nyewa pertahunnya Rp2,5 juta,sedangkan ada juga yang membeli satu kios dengan harga minimal Rp15 juta,”ujar pedagang yang enggan disebutkan namanya itu. Dia mengaku, setelah menyewa lahan sesuai ketentuan akan mendapat jaminan dari pengelola untuk berdagang di lahan hijau di kawasan Pasar Kosambi.“Mereka menjamin tidak akan digusur atau dipindah. Itu membuat saya lega berjualan,” paparnya.
Sementara itu ketika dikonfirmasi Kabid Ops Satpol PP Kota Bandung Kurnaedi menegaskan pihaknya akan merespon dan merencanakan penertiban kios-kios yang berdiri tidak semestinya.“Kita akan tertibakan kios-kios itu, karena pada awalnya lahan yang kini dijadikan tempat berjualan merupakan lahan parkir dan juga lahan hijau untuk taman,” ungkap Kurnaedi. Dia mengaku, banyaknya kios yang berdiri dikawasan hijau, membuat Pasar Kosambi semakin kumuh.
“Untuk itu kita lakukan penataan dengan berkoordinasi dengan PD Pasar Bermartabat sebagai pemangku kebijakan,”tandas Kurnaedi.
()