Kepemilikan asing bakal dongkrak properti RI

Senin, 11 Juni 2012 - 14:04 WIB
Kepemilikan asing bakal...
Kepemilikan asing bakal dongkrak properti RI
A A A
Sindonews.com - Pertumbuhan sektor properti Indonesia ikut terdongkrak berkat kepemilikan properti oleh warga negara asing. Hal tersebut memunculkan kekhawatiran akan terdongkraknya harga properti sehingga tak lagi sesuai dengan daya beli masyarakat dapat dicegah dengan metode-metode tertentu. Termasuk pemilikan atas properti di kawasan-kawasan strategis.

"Makin besar minat asing memiliki properti di Indonesia, maka akan makin menguntungkan, baik itu di kawasan strategis khusus maupun di kawasan lain. Penjualan akan rumah akan meningkat, dan efisiensi lahan dapat dilakukan. Kita bisa memberlakukan penetapan besaran lahan, zonasi, ketentuan harga minimum dan ketentuan lainnya agar harga tetap dapat dikendalikan," kata Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Utara Tommy Wistan sebagaimana dikutip dari Okezone, Senin (11/6/2012).

Khusus untuk kawasan strategis seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), diakui pemilikan asing akan mendorong pertumbuhan kawasan strategis itu secara lebih cepat. Termasuk terhadap 140 industri yang di kembangkan di dalam kawasan tersebut.

"Memang mungkin akan ada dampak, tapi dapat diminimalisir. Selagi memang revenue dalam bentuk percepatan industri dapat dilakukan, saya pikir sah-sah saja. Toh saling membutuhkan," ujarnya.

Tommy menambahkan, sudah saatnya pemerintah membuka diri dengan membuka kesempatan warga asing memiliki properti di Indonesia, selayaknya yang juga telah diberlakukan di sejumlah negara lain. Seperti Malaysia, Singapura dan RRC yang pertumbuhan industrinya terbilang cukup cepat.

"Kenapa kita tak mau terbuka, di Singapura, 25 persen properti disana itu milik orang Indonesia. Begitu pula di China dan Malaysia. Toh cuma pemilikan properti dan bukan lahannya. Jadi kita tetap berperan besar," ungkap Tommy.

Pemerintah pun dipastikan mendapatkan manfaat dengan pemberian hak pemilikan atas properti bagi warga asing. Pemerintah bisa mendapatkan devisa dari pembelian properti. "Disamping mendorong industri properti, pemerintah juga dapat devisa kan. Jadi masih fair lah. Jangan cuma kita yang bisa punya properti di negeri mereka," tegasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
2 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved