Aturan DP ketat jadi peluang emas lembaga keuangan syariah

Selasa, 12 Juni 2012 - 11:15 WIB
Aturan DP ketat jadi...
Aturan DP ketat jadi peluang emas lembaga keuangan syariah
A A A
ATURAN pembatasan uang muka atau down payment (DP) kredit kepemilikan rumah (KPR) maupun kendaraan bermotor oleh Bank Indonesia (BI) membuka angin segar bagi lembaga keuangan syariah.

Mengingat aturan ini hanya diberlakukan terhadap lembaga keuangan konvensional. “Regulasi pembatasan uang muka KPR dan kredit kendaraan bermotor memberi peluang lembaga keuangan syariah mengambil porsi penyaluran pembiayaan sektor tersebut,” kata pengamat ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang FX Sugiyanto kemarin.

Menurut dia, aturan DP itu jelas akan memperlambat pembiayaan yang dikeluarkan oleh lembaga keuangan konvensional. Sedangkan bagi lembaga keuangan syariah menjadi kesempatan meningkatkan pembiayaan. Meski begitu,Sugiyanto meminta agar pelaku industri keuangan syariah tetap mengedepankan asas kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan.

Data BI Perwakilan V Jateng dan DIY mencatat aset perbankan syariah di Jateng pada April 2012 mencapai Rp7,85 triliun atau naik 30,7 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp5,44 triliun. Pertumbuhan aset didorong oleh pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) yang masingmasing naik 30 persen dan 28,8 persen.

Kinerja perbankan syariah pada April 2012 berhasil menghimpun dana masyarakat Rp4,92 triliun. Angka itu meningkat dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang hanya Rp3,50 triliun. Sedangkan realisasi pembiayaan pada periode tersebut mencapai Rp6,45 triliun, naik dari sebelumnya Rp4,51 triliun.

Intermediasi perbankan syariah pada periode tersebut juga mencatatkan kinerja yang menggembirakan dengan rasio pembiayaan terhadap DPK (finanching to deposit ratio/FDR) mencapai 131 persen atau lebih besar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 128 persen.

Adapun tingkat kredit bermasalah nonperformingfinanching atau NPF masih relatif terjaga, yaitu di level 3,25 persen. Artinya turun dari periode sama tahun lalu yang ada di level 3,96. Di Semarang, sejauh ini regulasi BI tentang pembatasan DP KPR dan kredit kendaraan bermotor baru direspons koperasi syariah.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sah! BI Terbitkan Aturan...
Sah! BI Terbitkan Aturan DP 0% untuk Rumah dan Kendaraan
Pajak Mobil Baru 0%...
Pajak Mobil Baru 0% Butuh Dukungan Aturan Bebas DP Kredit
Anies Sebut Tudingan...
Anies Sebut Tudingan Rumah DP Nol Data Palsu, Gilbert PDIP: Data Mahasiswa Itu Benar
DP 0% Diperpanjang hingga...
DP 0% Diperpanjang hingga Desember 2025, Berlaku untuk Rumah hingga Kendaraan Bermotor
Eks Dirut Perumda Sarana...
Eks Dirut Perumda Sarana Jaya Dituntut 5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Lahan DP 0 Persen
Pemprov DKI Janji Proyek...
Pemprov DKI Janji Proyek Rumah DP Nol Rupiah Nuansa Cilangkap Dituntaskan
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
15 menit yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
42 menit yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
1 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
3 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
13 jam yang lalu
Infografis
Menakar Peluang Timur...
Menakar Peluang Timur Kapadze Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved