Pembatasan impor hortikultura picu inflasi

Selasa, 26 Juni 2012 - 17:13 WIB
Pembatasan impor hortikultura...
Pembatasan impor hortikultura picu inflasi
A A A


Sindonews.com - Pembatasan impor hortikultura oleh pemerintah diprediksi memicu lonjakan inflasi di Jawa Barat (Jabar). Kendati aturan pembatasan impor hortikultura ditunda selama tiga bulan kedepan, namun realisasi pada saatnya nanti tetap akan memicu inflasi.

"Tekanan inflasi akibat pembatasan hortikultura impor antara 1-3 persen," kata Dewan Pengarah Forum Komunikasi Pengendali Inflasi Daerah (FKPID) Jawa Barat Lucky Fathul Azis Hadibrata usai Rapat Koordinasi Tingkat Tinggi di Ruang Sanggabuana Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (26/6/2012).

Diakui Lucky, pembatasan produk hortikultura impor hanya melalui empat pelabuhan akan memicu lonjakan biaya transportasi. Keempat pintu masuk itu yaitu Pelabuhan Belawan (Medan), Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) dan Pelabuhan Makasar serta Bandara Soekarno Hatta (Jakarta).

Biasanya, pintu masuk produk hortikultura melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Melalui pelabuhan itu, distribusi ke Jabar semakin dekat. Namun, pemindahan pintu masuk akan menaikkan biaya transportasi. Biaya-biaya tersebut akan dibebankan kepada harga hortikultura impor.

Aturan tersebut, menyebabkan pintu masuk ke pulau Jawa terpusat di Pelabuhan Tanjung Perak. Melihat jaraknya yang cukup jauh, maka kesegaran sayur dan buah dipastikan akan berkurang.

Selain efek inflasi, penundaan aturan juga dikhawatirkan menimbulkan aksi penimbunan. Penimbunan, secara tidak langsung mengurangi pasokan. Sehingga, harga naik berangsur-angsur. "Kami akan melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi," timpal dia.

Langkah lain yang akan dilakukan FKPI Jabar adalah melakukan penyiapan produk hortikultura lokal. Mengurangi ketergantungan terhadap hortikultura impor. "Kami akan menyiapkan klaster-klaster hortikultura. Seperti klaster Jeruk Garut supaya ketergantungan hortikultura impor bisa teratasi," bebernya.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Ferry Sofwan Arif, pembatasan hortikultura adalah langkah maju bagi produk hortikultura lokal. Kondisi tersebut perlu dimanafaatkan dengan cara meningkatkan produksi hortikultura lokal.

Menurut dia, potensi pasar hortikultura sangat besar. Seperti pelaku hotel dan restoran, mereka bisa menggunakan produk hortikultura lokal. Selama ini, mereka menggunakan produk impor untuk memenuhi kebutuhan apel, pir, jeruk, bawang putih, dan lainnya. "Tapi, kami khawatir bawang merah impor akan masuk ke Brebes sehingga seolah-olah lokal," pungkasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
7 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
7 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
8 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
8 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
8 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
8 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved