Ekspor Eropa lesu, RI garap pasar Amerika-Afrika

Sabtu, 30 Juni 2012 - 09:39 WIB
Ekspor Eropa lesu, RI...
Ekspor Eropa lesu, RI garap pasar Amerika-Afrika
A A A
Sindonews.com- Krisis ekonomi yang melanda Eropa berdampak menurunya nilai ekspor Indonesia sehingga kini pemerintah melirik pasar baru yang potensial seperti Amerika Latin dan Afrika.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Deddy Saleh mengatakan, sebagai negara berkembang Indonesia masih bergantung pada ekspor.

”Proporsi perdagangan ekspor kita masih kita lebih kecil dibading negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura namun kita bisa capai dobel ekspor lebih cepat dari negara tetangga,” ujar Deddy. dalam Bimbingan Teknis Kebijakan Perdagangan di Bidang Impor tahun 2012 di Denpasar, kemarin.

Pada tahun 2011 nilai ekpsor Indonesia meningkat 10 persen dibanding tahun 2006 yakni sekira USD100 miliar hingga USD200 miliar.

Capaian dobel ekspor selama jangka waktu lima tahun tersebut tidak banyak bisa dilakukan beberapa negara lainya yang baru bisa tercapai selama 10 tahun seperti Malaysia.

Deddy mengatakan, selama ini tujuan ekspor Indonesia masih didominasi ke negara Eropa dan Singapura. Namun sejak dua tahun terakhir mulai beralih ke China dan Indonesia yang sudah bisa mengalahkan Singapura.

Dengan melihat lesunya perekonomian Eropa maka kini kebijakan ekspor lebih diarahkan untuk mendorong diversifikasi tujuan ekspor ke negara potensial.

Krisis Eropa meski tidak berdampak langsung ke Indonesia namun akhirnya Indonesia bisa terkena dampak tidak langsungnya. Sebab, krisis Eropa mempengaruhi penurunan ekspor negara China dan India yang selama ini sebagai tujuan ekspor dari tanah air.

Untuk itu, kini harus dicari negara potensial ekspor baru seperti Amerika Latin dan Afrika yang trendnya mulai menunjukkan peningkatan.

Meskipun dari dukungan akses jalur penerbangan misalnya belum maksimal lantaran tidak ada jalur penerbangan langsung ke negera Afrika seperti Jibouti atau ke Amerika Latin namun hal itu bukan menjadi kendala utama.

Dia optimis pasar ekspor selain Eropa masih potensial terlebih kini perhatian dunia kepada Indonesia semakin tinggi dan positif. Banyak negara yang ingin berinvestasi dan penilaian lembaga riset terhadap indeks negara Indonesia yang dinyatakan negara gagal tidak terbukti. Penilaian itu, kata Deddy, tidak mempengaruhi minat asing menamkan modal atau melakukan perdagangan ekspor ke Indonesia.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
2 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved