Kuartal I, pendapatan Matahari tembus Rp2,4 T
Selasa, 03 Juli 2012 - 09:17 WIB
Kuartal I, pendapatan Matahari tembus Rp2,4 T
A
A
A
Sindonews.com – PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatat pendapatan Rp2,4 triliun pada kuartal I/2012, atau naik 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,064 triliun. Penyumbang utama dari capaian pendapatan itu berasal dari bisnis makanan atau sekitar Rp2,37 triliun, sementara laba bersih mengalami kenaikan dari Rp22,49 miliar menjadi Rp29,012 miliar.
Presiden Direktur MPPA Benjamin Mailool menjelaskan, penjualan divisi makanan area Jabodetabek dan luar Jawa tercatat paling tinggi, masing- masing Rp829,81 miliar dan Rp944,61 miliar.“Sedangkan pendapatan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sekitar Rp590,65 miliar,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya kemarin.
Dia menambahkan, secara keseluruhan, bisnis mengalami pertumbuhan. Divisi bisnis makanan Hypermart naik 21 persen menjadi Rp2,37 triliun. Divisi bisnis hiburan TimeZone Family Rp84 miliar atau tumbuh 19 persen dibandingkan periode sebelumnya, sedangkan bisnis lain tercatat Rp38 miliar.
Sebelumnya Direktur PT Matahari Putra Prima Tbk Danny Kojongian mengatakan, perseroan menargetkan bisa membuka 17 gerai Hypermart baru tahun ini. Lebih dari separuhnya akan dibangun di Indonesia bagian timur, di antaranya Papua dan Maluku, sedangkan gerai Foodmart masih dalam pembicaraan internal.
Dia mengungkapkan,keberadaan gerai baru tersebut dan maksimalisasi gerai yang ada diharapkan bisa menumbuhkan penjualan tahun ini di atas 24 persen dari raihan 2011 lalu, sedangkan target laba bersih diharapkan bisa lebih dari Rp200 miliar.Untuk kebutuhan membuka gerai dan aktivitas lainnya, perseroan telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar Rp1 triliun. Dananya berasal dari dana internal, pinjaman perbankan, serta optimalisasi aset.
Sementara Pefindo memberikan outlook negatif pada rating perusahaan. Analis Pefindo Anies Setyaningrum dan Vonny Widjaja menuturkan, pandangan tersebut mencerminkan tingkat leverage keuangan yang meningkat. MPPA menggunakan fasilitas pinjaman perbankan untuk mendukung pertambahan aktivitas bisnis sejalan dengan ekspansi bisnis yang agresif, tetapi ekspansi tersebut membutuhkan waktu untuk dapat tercermin dalam kontribusi arus kas.
Peringkat akan diturunkan jika perusahaan menambah utang lebih besar dari proyeksi dan atau tidak dapat mempertahankan kekuatan bisnisnya. Pefindo akan mengubah outlook menjadi stabil jika MPPA dapat memperbaiki leverage keuangan dan program ekspansi perusahaan berjalan dengan baik.
Presiden Direktur MPPA Benjamin Mailool menjelaskan, penjualan divisi makanan area Jabodetabek dan luar Jawa tercatat paling tinggi, masing- masing Rp829,81 miliar dan Rp944,61 miliar.“Sedangkan pendapatan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sekitar Rp590,65 miliar,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya kemarin.
Dia menambahkan, secara keseluruhan, bisnis mengalami pertumbuhan. Divisi bisnis makanan Hypermart naik 21 persen menjadi Rp2,37 triliun. Divisi bisnis hiburan TimeZone Family Rp84 miliar atau tumbuh 19 persen dibandingkan periode sebelumnya, sedangkan bisnis lain tercatat Rp38 miliar.
Sebelumnya Direktur PT Matahari Putra Prima Tbk Danny Kojongian mengatakan, perseroan menargetkan bisa membuka 17 gerai Hypermart baru tahun ini. Lebih dari separuhnya akan dibangun di Indonesia bagian timur, di antaranya Papua dan Maluku, sedangkan gerai Foodmart masih dalam pembicaraan internal.
Dia mengungkapkan,keberadaan gerai baru tersebut dan maksimalisasi gerai yang ada diharapkan bisa menumbuhkan penjualan tahun ini di atas 24 persen dari raihan 2011 lalu, sedangkan target laba bersih diharapkan bisa lebih dari Rp200 miliar.Untuk kebutuhan membuka gerai dan aktivitas lainnya, perseroan telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar Rp1 triliun. Dananya berasal dari dana internal, pinjaman perbankan, serta optimalisasi aset.
Sementara Pefindo memberikan outlook negatif pada rating perusahaan. Analis Pefindo Anies Setyaningrum dan Vonny Widjaja menuturkan, pandangan tersebut mencerminkan tingkat leverage keuangan yang meningkat. MPPA menggunakan fasilitas pinjaman perbankan untuk mendukung pertambahan aktivitas bisnis sejalan dengan ekspansi bisnis yang agresif, tetapi ekspansi tersebut membutuhkan waktu untuk dapat tercermin dalam kontribusi arus kas.
Peringkat akan diturunkan jika perusahaan menambah utang lebih besar dari proyeksi dan atau tidak dapat mempertahankan kekuatan bisnisnya. Pefindo akan mengubah outlook menjadi stabil jika MPPA dapat memperbaiki leverage keuangan dan program ekspansi perusahaan berjalan dengan baik.
(and)
Lihat Juga :