Survei penentuan upah minimum 2013 dimulai

Selasa, 03 Juli 2012 - 12:07 WIB
Survei penentuan upah...
Survei penentuan upah minimum 2013 dimulai
A A A
Sindonews.com - Setelah Dewan Pengupahan Nasional memberikan rekomendasi bagi perubahan komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) pekerja, selanjutnya Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) melakukan survei yang nantinya akan segera digunakan untuk survei Upah Minimum 2013.

"Pembahasan diadakan untuk persiapan dan langkah-langkah dari sisi hukum dan regulasi, misalnya apakah perubahan Permenakertrans Nomor Per-17/Men/VIII/2005 tentang Komponen dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak ini akan segera digunakan untuk survei Upah Minimum 2013 yang surveinya dimulai bulan Juli ini," ujar Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemenakertrans, R. Irianto Simbolon di kantor Kemenakertrans, Jakarta, Selasa (3/7/2012).

Dewan Pengupahan Nasional telah memberikan rekomendasi bagi perubahan komponen KHL yang terdiri atas empat penambahan jenis KHL, delapan penyesuaian/penambahan jenis dan satu perubahan jenis kebutuhan KHL.

Empat penambahan jenis KHL adalah ikat pinggang, kaos kaki, deodorant dan setrika sedangkan delapan penyesuaian/penambahan jenis dan kualitas KHL terdiri dari sajadah/mukenah/peci, celana panjang/rok/pakaian muslim, sarung/kain panjang, sewa kamar sederhana, kasur busa, bantal busa, bola Lampu Hemat Energi (LHE) dan listrik.

Satu perubahan jenis kebutuhan KHL adalah dari kompor minyak tanah 16 sumbu menggunakan minyak tanah menjadi kompor gas satu tungku beserta selang dan regulator, tabung gas 3 kilogram, gas LPG dua tabung masing-masing 3 kilogram.

Hasil rekomendasi itu kemudian dibawa ke Tripartit Nasional untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut dari segi hukum dan regulasi dan untuk menerima masukan lainnya.

Sedangkan Menakertrans Muhaimin Iskandar berharap pembahasan revisi Permenakertrans No: Per-17/Men/VIII/2005 tentang Komponen dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak berjalan lancar dan tidak ada provokasi. Hal itu dikarenakan, saat ini Tripartit Nasional (Pengusaha, pemerintah dan Serikat Pekerja/Buruh) masih membahas beberapa perubahan dalam Permenakertrans sesuai dengan kondisi masyarakat.

“Kita tunggu saja semua hasil pematangan yang merupakan hasil dari pembahasan Tripartit Nasional,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar.

“Pada hakekatnya pemerintah menyadari bahwa upah murah bukan menjadi standar kompetisi investasi karena upah murah yang tidak menyejahterakan bisa menjadi bom waktu bagi produktivitas perusahaan itu sendiri,” tambah dia.

Muhaimin menegaskan KHL sebagai salah satu dasar pertimbangan penetapan upah minimum adalah standar kebutuhan yang harus dipenuhi oleh pekerja/buruh lajang dengan masa kerja kurang dari satu tahun untuk kebutuhan satu bulan.

“Pada dasarnya pertimbangan penetapan upah minimum tidak hanya KHL melainkan ada variable lainnya yaitu produktivitas makro, pertumbuhan ekonomi, kondisi pasar kerja dan usaha yang paling tidak mampu," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
4 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
4 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
5 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Perang Dimulai! 100...
Perang Dimulai! 100 Rudal dan Drone Iran Diluncurkan ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved