Krisis Zona Euro ancam ekonomi global
Rabu, 04 Juli 2012 - 09:38 WIB
Krisis Zona Euro ancam ekonomi global
A
A
A
Sindonews.com – Presiden baru Bank Dunia Jim Yong-kim mengingatkan, krisis utang zona euro merupakan ancaman yang mendalam untuk perekonomian global.
Menurutnya, saat ini ekonomi dunia masih sangat rentan. Untuk itu, Bank Dunia berkewajiban secara ekonomi dan moral guna membantu memperkecil risiko krisis terhadap pertumbuhan global. “Ekonomi global yang kuat menguntungkan semua negara, akan tetapi ekonomi global yang lemah membuat semua negara rentan,” ujar Kim saat menyampaikan pernyataan pertamanya sejak resmi menduduki jabatan Presiden Bank Dunia, seperti dikutip AFP kemarin.
Dia menambahkan, hal yang sangat mendesak saat ini adalah negara-negara Eropa harus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memulihkan stabilitas. Ini diperlukan karena tindakan zona euro akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi di semua wilayah dunia. Lebih lanjut, Kim berjanji untuk tetap menjalankan misi membantu negara-negara termiskin agar dapat meningkatkan taraf hidup masing-masing.
“Saya merendahkan hati dan terinspirasi dari karya pendahulu saya, Robert Zoellick, untuk mengambil alih sebagai Presiden Bank Dunia baru. Saya tidak sabar untuk memulainya,” paparnya. Dia mengaku telah menghabiskan sebagian besar kehidupannya dengan bekerja di beberapa komunitas termiskin dunia. Terlebih ketika krisis menghantam, sehingga tidak ada jaringan pengaman dan mempunyai efek yang menghancurkan.
Untuk itu, lembaga internasional itu berjanji terus beroperasi dengan inovasi, ketelitian analitis, dan semangat besar serta bermitra dengan pemerintah. Yang juga penting, ujar dia, adalah kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, dan orang-orang yang hidup dalam kemiskinan.
Akan tetapi,ujar Kim,krisis zona euro dan perlambatan ekonomi di negara-negara terbesar dunia telah membuat kerentanan yang semakin luas di kancah perekonomian global. “Bank Dunia akan bekerja dengan klien dan mitra, untuk memastikan bahwa kami menciptakan perlindungan ekonomi baru dalam melindungi orang-orang di negara berkembang terhadap guncangan,” imbuhnya.
Sekadar diketahui, tidak seperti pendahulunya yang ratarata merupakan bankir, diplomat, atau ahli ekonomi,Kim merupakan Presiden Bank Dunia pertama keturunan Korea Selatan yang memiliki latar belakang bidang kedokteran.Pengalamannya dalam bidang kesehatan masyarakat dan keterlibatan di dunia ketiga, diakui sejumlah kalangan menjadi kekuatan dalam memperbaiki masalah inti pembangunan.
Chief Executive Officer (CEO) Oxfam Inggris Barbara Stocking mengungkapkan, Kim harus mengambil tindakan secepat mungkin untuk melindungi negara berkembang dari krisis utang zona euro. “Bank memiliki kewajiban untuk segera menggenjot upaya di negara-negara yang telah kehabisan sumber daya, demi membela diri selama krisis keuangan terakhir,”tutur dia.
Pada kesempatan itu, Kim juga menyatakan Bank Dunia bersedia membiarkan pemberi pinjaman pembangunan global membantu negara-negara maju bermasalah seperti Yunani. “Saat ini prioritas utama kami adalah melindungi negara- negara berkembang dari kerentanan ekonomi global. Bank juga dapat memberikan pengetahuan teknis guna membantu negara-negara kaya yang mempunyai masalah struktural,”imbuh dia.
Menurutnya, saat ini ekonomi dunia masih sangat rentan. Untuk itu, Bank Dunia berkewajiban secara ekonomi dan moral guna membantu memperkecil risiko krisis terhadap pertumbuhan global. “Ekonomi global yang kuat menguntungkan semua negara, akan tetapi ekonomi global yang lemah membuat semua negara rentan,” ujar Kim saat menyampaikan pernyataan pertamanya sejak resmi menduduki jabatan Presiden Bank Dunia, seperti dikutip AFP kemarin.
Dia menambahkan, hal yang sangat mendesak saat ini adalah negara-negara Eropa harus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memulihkan stabilitas. Ini diperlukan karena tindakan zona euro akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi di semua wilayah dunia. Lebih lanjut, Kim berjanji untuk tetap menjalankan misi membantu negara-negara termiskin agar dapat meningkatkan taraf hidup masing-masing.
“Saya merendahkan hati dan terinspirasi dari karya pendahulu saya, Robert Zoellick, untuk mengambil alih sebagai Presiden Bank Dunia baru. Saya tidak sabar untuk memulainya,” paparnya. Dia mengaku telah menghabiskan sebagian besar kehidupannya dengan bekerja di beberapa komunitas termiskin dunia. Terlebih ketika krisis menghantam, sehingga tidak ada jaringan pengaman dan mempunyai efek yang menghancurkan.
Untuk itu, lembaga internasional itu berjanji terus beroperasi dengan inovasi, ketelitian analitis, dan semangat besar serta bermitra dengan pemerintah. Yang juga penting, ujar dia, adalah kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, dan orang-orang yang hidup dalam kemiskinan.
Akan tetapi,ujar Kim,krisis zona euro dan perlambatan ekonomi di negara-negara terbesar dunia telah membuat kerentanan yang semakin luas di kancah perekonomian global. “Bank Dunia akan bekerja dengan klien dan mitra, untuk memastikan bahwa kami menciptakan perlindungan ekonomi baru dalam melindungi orang-orang di negara berkembang terhadap guncangan,” imbuhnya.
Sekadar diketahui, tidak seperti pendahulunya yang ratarata merupakan bankir, diplomat, atau ahli ekonomi,Kim merupakan Presiden Bank Dunia pertama keturunan Korea Selatan yang memiliki latar belakang bidang kedokteran.Pengalamannya dalam bidang kesehatan masyarakat dan keterlibatan di dunia ketiga, diakui sejumlah kalangan menjadi kekuatan dalam memperbaiki masalah inti pembangunan.
Chief Executive Officer (CEO) Oxfam Inggris Barbara Stocking mengungkapkan, Kim harus mengambil tindakan secepat mungkin untuk melindungi negara berkembang dari krisis utang zona euro. “Bank memiliki kewajiban untuk segera menggenjot upaya di negara-negara yang telah kehabisan sumber daya, demi membela diri selama krisis keuangan terakhir,”tutur dia.
Pada kesempatan itu, Kim juga menyatakan Bank Dunia bersedia membiarkan pemberi pinjaman pembangunan global membantu negara-negara maju bermasalah seperti Yunani. “Saat ini prioritas utama kami adalah melindungi negara- negara berkembang dari kerentanan ekonomi global. Bank juga dapat memberikan pengetahuan teknis guna membantu negara-negara kaya yang mempunyai masalah struktural,”imbuh dia.
(and)
Lihat Juga :