Pasar Eropa Timur menjanjikan
Kamis, 05 Juli 2012 - 20:00 WIB
Pasar Eropa Timur menjanjikan
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia berpeluang menggarap kerjasama ekspor-impor dan investasi dengan Negara di kawasan Eropa Timur, melihat potensi dan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Kepala BPPKA Pitono Purnomo menjelaskan, sebagian besar Negara-negara di Eropa bagian timur tidak terkena imbas krisis ekonomi yang saat ini melanda sebagian besar Negara di Eropa. Justru, beberapa Negara seperti Brazil, Colombia, dan lainnya mengalami pertumbuhan ekonomi.
“Di tengah perlambatan kondisi ekonomi global, kita harus mencari peluang-peluang baru meningkatkan pasar ekspor dan investasi membidik Eropa Timur. Apalagi, volume eskpor kita ke Eropa Timur masih kurang,” kata Pitono Purnomo di sela-sela Pertemuan Kelompok Ahli (PKA) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar dan Banten, Jalan Braga, Kota Bandung, Kamis (5/7/2012).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Lucky Fathul Aziz Hadibrata mengatakan, Jabar bisa memperbesar penetrasi ekspor ke Eropa Timur melalui tekstil dan produk tekstil (TPT). Pada tahun 2011, ekspor Jawa Barat ke Eropa hanya sekitar 15,4% dan terkoreksi pada triwulan I/2012.
“Perjanjian dagang antara Indonesia dan Eropa, akan memberi peluang bagi Jawa Barat memperbesar penetrasi ekspor ke kawasan tersebut. Indonesia juga bisa memanfaatkan kerjasama tersebut untuk memperbesar investasi dalam negeri,” beber dia. Lucky berharap, kedepannya ada investor dari Eropa Timur seperti Brazil yang berinvestasi di Jabar. Terutama investasi pertanian dan peternakan.
Menurut Lucky, di Brazil, sektor pertanian dan peternakan cukup berkembang pesat. Investasi Brazil ke Indonesia di kedua sektor tersebut, akan sangat bermanfaat bagi Indonesia. Indonesia memiliki luas lahan memadai untuk peternakan. Begitupun dengan luas lahan pertanian. Apabila sektor tersebut di garap secara modern, akan sangat menguntungkan ekonomi Indonesia.
Menurut Lucky, kerjasama perdagangan Indonesia-Uni Eropa, dari sisi teknologi akan sangat menguntungkan. “Kita sedang membutuhkan teknologi mereka, Indonesia bisa membeli dengan harga murah, ditengah perlambatan ekonomi di kawasan tersebut,” kata dia. Beberapa investasi teknologi Eropa bisa diarahkan pada sektor logam, elektronik, karet-plastik, tekstil, dan lainnya.
Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Jabar Agus Gustiar mengatakan, Pertemuan Kelompok Ahli (PKA) melibatkan duta besar, pelaku ekonomi, perbankan, dan akademisi memberi manfaat besar bagi Indonesia untuk menjajaki model kerjasama perdagangan Indonesia-Uni Eropa. Pertemuan tersebut diharpakan menghasilkan butir-butir penting agar perjanjian tersebut menguntungkan kedua belah pihak.
“Kita bisa melihat peluang produk Indonesia untuk pasar Eropa. Juga produk mana yang harus di proteksi, agar produk lokal bisa tetap eksis di pasar sendiri,” kata dia Agus Gustiar.
Kepala BPPKA Pitono Purnomo menjelaskan, sebagian besar Negara-negara di Eropa bagian timur tidak terkena imbas krisis ekonomi yang saat ini melanda sebagian besar Negara di Eropa. Justru, beberapa Negara seperti Brazil, Colombia, dan lainnya mengalami pertumbuhan ekonomi.
“Di tengah perlambatan kondisi ekonomi global, kita harus mencari peluang-peluang baru meningkatkan pasar ekspor dan investasi membidik Eropa Timur. Apalagi, volume eskpor kita ke Eropa Timur masih kurang,” kata Pitono Purnomo di sela-sela Pertemuan Kelompok Ahli (PKA) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar dan Banten, Jalan Braga, Kota Bandung, Kamis (5/7/2012).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Lucky Fathul Aziz Hadibrata mengatakan, Jabar bisa memperbesar penetrasi ekspor ke Eropa Timur melalui tekstil dan produk tekstil (TPT). Pada tahun 2011, ekspor Jawa Barat ke Eropa hanya sekitar 15,4% dan terkoreksi pada triwulan I/2012.
“Perjanjian dagang antara Indonesia dan Eropa, akan memberi peluang bagi Jawa Barat memperbesar penetrasi ekspor ke kawasan tersebut. Indonesia juga bisa memanfaatkan kerjasama tersebut untuk memperbesar investasi dalam negeri,” beber dia. Lucky berharap, kedepannya ada investor dari Eropa Timur seperti Brazil yang berinvestasi di Jabar. Terutama investasi pertanian dan peternakan.
Menurut Lucky, di Brazil, sektor pertanian dan peternakan cukup berkembang pesat. Investasi Brazil ke Indonesia di kedua sektor tersebut, akan sangat bermanfaat bagi Indonesia. Indonesia memiliki luas lahan memadai untuk peternakan. Begitupun dengan luas lahan pertanian. Apabila sektor tersebut di garap secara modern, akan sangat menguntungkan ekonomi Indonesia.
Menurut Lucky, kerjasama perdagangan Indonesia-Uni Eropa, dari sisi teknologi akan sangat menguntungkan. “Kita sedang membutuhkan teknologi mereka, Indonesia bisa membeli dengan harga murah, ditengah perlambatan ekonomi di kawasan tersebut,” kata dia. Beberapa investasi teknologi Eropa bisa diarahkan pada sektor logam, elektronik, karet-plastik, tekstil, dan lainnya.
Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Jabar Agus Gustiar mengatakan, Pertemuan Kelompok Ahli (PKA) melibatkan duta besar, pelaku ekonomi, perbankan, dan akademisi memberi manfaat besar bagi Indonesia untuk menjajaki model kerjasama perdagangan Indonesia-Uni Eropa. Pertemuan tersebut diharpakan menghasilkan butir-butir penting agar perjanjian tersebut menguntungkan kedua belah pihak.
“Kita bisa melihat peluang produk Indonesia untuk pasar Eropa. Juga produk mana yang harus di proteksi, agar produk lokal bisa tetap eksis di pasar sendiri,” kata dia Agus Gustiar.
(gpr)
Lihat Juga :