Omzet penjahit seragam naik 200%
Kamis, 05 Juli 2012 - 21:29 WIB
Omzet penjahit seragam naik 200%
A
A
A
Sindonews.com - Musim tahun ajaran baru menjadi berkah tersendiri bagi pengusaha konveksi pakaian seragam sekolah. Tidak tanggung-tanggung, omzet penjualan seragam sekolah ini meningkat hingga 200 persen.
Masa panen bagi pengusaha konveksi yang terjadi setahun sekali ini tentu saja menjadi momen yang paling ditunggu. Karena sebagian besar siswa akan membeli seragam baru ketika musim ajaran baru dimulai.
Moch Yusuf, 46, salah seorang pengusaha konveksi asal Kelurahan Kidul Dalem Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan mengatakan, ajaran baru tahun 2012 ini usaha konveksi yang khusus memproduksi seragam sekolah banjir order. Jika pada bulan-bulan sebelumnya ia menjual sebanyak 3.000 potong seragam, saat ini bisa mencapai 9.000 potong per bulan.
"Kami memproduksi pakaian seragam mulai dari TK-SMA. Sejak sebulan lalu, omzet penjualan meningkat 200 persen. Rata-rata omzet pada musim ajaran baru ini mencapai Rp100 juta/bulan," kata Yusuf.
Menurut Yusuf, meski omzet penjualannya naik drastis, ia tidak menambah kuantitas produksi pakaian seragam. Karena stok yang tersedia dari bulan-bulan sebelumnya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan siswa sekolah.
"Saat ini istilahnya membuang barang. Stok yang kami produksi, semuanya kami lempar ke pasaran," katanya.
Usaha konveksi ini, lanjut bapak tiga anak tersebut, merupakan usaha keluarga yang telah dirintis sejak tahun 1960 an. Dengan mempekerjakan 30 karyawan, usaha konveksi yang ditekuninya ini hanya memasok pasaran lokal, Pasuruan dan Probolinggo.
Setiap pasang seragam untuk SD ia jual dengan harga Rp60.000. Sementara untuk SMA, ia menjualnya seharga Rp90.000. Meski sasarannya pasar menengah ke bawah, kualitas hasil produksinya tidak kalah dengan kualitas baik.
Masa panen bagi pengusaha konveksi yang terjadi setahun sekali ini tentu saja menjadi momen yang paling ditunggu. Karena sebagian besar siswa akan membeli seragam baru ketika musim ajaran baru dimulai.
Moch Yusuf, 46, salah seorang pengusaha konveksi asal Kelurahan Kidul Dalem Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan mengatakan, ajaran baru tahun 2012 ini usaha konveksi yang khusus memproduksi seragam sekolah banjir order. Jika pada bulan-bulan sebelumnya ia menjual sebanyak 3.000 potong seragam, saat ini bisa mencapai 9.000 potong per bulan.
"Kami memproduksi pakaian seragam mulai dari TK-SMA. Sejak sebulan lalu, omzet penjualan meningkat 200 persen. Rata-rata omzet pada musim ajaran baru ini mencapai Rp100 juta/bulan," kata Yusuf.
Menurut Yusuf, meski omzet penjualannya naik drastis, ia tidak menambah kuantitas produksi pakaian seragam. Karena stok yang tersedia dari bulan-bulan sebelumnya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan siswa sekolah.
"Saat ini istilahnya membuang barang. Stok yang kami produksi, semuanya kami lempar ke pasaran," katanya.
Usaha konveksi ini, lanjut bapak tiga anak tersebut, merupakan usaha keluarga yang telah dirintis sejak tahun 1960 an. Dengan mempekerjakan 30 karyawan, usaha konveksi yang ditekuninya ini hanya memasok pasaran lokal, Pasuruan dan Probolinggo.
Setiap pasang seragam untuk SD ia jual dengan harga Rp60.000. Sementara untuk SMA, ia menjualnya seharga Rp90.000. Meski sasarannya pasar menengah ke bawah, kualitas hasil produksinya tidak kalah dengan kualitas baik.
(gpr)
Lihat Juga :