Pinjaman untuk IMF belum kantongi izin SBY
Jum'at, 06 Juli 2012 - 10:12 WIB
Pinjaman untuk IMF belum kantongi izin SBY
A
A
A
Sindonews.com - Rencana Indonesia untuk memberikan pinjaman kepada International Monetery Fund (IMF) sebesar USD1 miliar ternyata masih belum mengantongi restu dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Firmansyah mengatakan, pemberian dana bantuan kepada IMF masih menjadi pertimbangan oleh Presiden SBY. Menurutnya, dalam rapat kabinet terakhir, hal ini masih dirundingkan lantaran menjadi isu sensitif.
"Sepengathuan saya di rapat kabinet memang masih ditimbang-timbang oleh Presiden SBY. Karena isu IMF sensitif terhadap pengalaman Indonesia," ungkap dia kala ditemui di kantor Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Menurutnya, di sisi lain, Indonesia pernah diberikan bantuan oelh IMF. "Sekarang dunia perlu indonesia. Jadi presiden sangat berhati-hati terkait hal ini," tukas dia.
Sebelumnya, pemerintah memang berencana untuk memberikan pinjaman kepada IMF maksimal USD1 miliar yang nantinya akan berupa iuran pada IMF.
Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo menjelaskan, pinjaman atau iuran tersebut merupakan komitmen Indonesia sebagai negara anggota G20. Terlebih, Indonesia juga pernah mendapatkan pinjaman dana dari IMF pada 2006.
Agus melanjutkan, komitmen iuran tersebut, datang dari negara anggota G20 yang dibutuhkan IMF, untuk membangun perekonomian negara-negara anggota G20 termasuk perekonomian negara di Zona Eropa yang saat ini sedang terlilit utang. Namun begitu, Agus menambahkan bahwa iuran tersebut saat ini masih dalam tahap pembicaraan internal antara pemerintah dan pihak IMF sendiri.
Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Firmansyah mengatakan, pemberian dana bantuan kepada IMF masih menjadi pertimbangan oleh Presiden SBY. Menurutnya, dalam rapat kabinet terakhir, hal ini masih dirundingkan lantaran menjadi isu sensitif.
"Sepengathuan saya di rapat kabinet memang masih ditimbang-timbang oleh Presiden SBY. Karena isu IMF sensitif terhadap pengalaman Indonesia," ungkap dia kala ditemui di kantor Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Menurutnya, di sisi lain, Indonesia pernah diberikan bantuan oelh IMF. "Sekarang dunia perlu indonesia. Jadi presiden sangat berhati-hati terkait hal ini," tukas dia.
Sebelumnya, pemerintah memang berencana untuk memberikan pinjaman kepada IMF maksimal USD1 miliar yang nantinya akan berupa iuran pada IMF.
Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo menjelaskan, pinjaman atau iuran tersebut merupakan komitmen Indonesia sebagai negara anggota G20. Terlebih, Indonesia juga pernah mendapatkan pinjaman dana dari IMF pada 2006.
Agus melanjutkan, komitmen iuran tersebut, datang dari negara anggota G20 yang dibutuhkan IMF, untuk membangun perekonomian negara-negara anggota G20 termasuk perekonomian negara di Zona Eropa yang saat ini sedang terlilit utang. Namun begitu, Agus menambahkan bahwa iuran tersebut saat ini masih dalam tahap pembicaraan internal antara pemerintah dan pihak IMF sendiri.
(and)
Lihat Juga :