Regulasi hambat kredit sektor peternakan

Jum'at, 06 Juli 2012 - 15:52 WIB
Regulasi hambat kredit...
Regulasi hambat kredit sektor peternakan
A A A
Sindonews.com - Regulasi pembiayaan perbankan untuk sektor peternakan dinilai belum berpihak kepada peternak. Akibatnya, peternak rakyat kesulitan mengakses kredit perbankan.

Pengurus Kelompok Peternak Sapi Perah Cipta Pratama, Ronald H Sinaga mengakui, rendahnya kredit perbankan terhadap sektor peternakan tak lepas dari regulasi kredit yang ditetapkan pemerintah melalui Bank Indonesia. Terutama aturan terkait jaminan kredit peternak.

"Peternak harus punya jaminan untuk bisa mengakses kredit perbankan. Sementara, hanya sebagian kecil peternak rakyat yang punya jaminan," kata Ronald yang juga menjabat sebagai komisaris PT Agronesia ketika ditemui di kantornya kawasan BMC, Jalan Aceh, Kota Bandung, Jumat (6/7/2012).

Semestinya, pemerintah membuat aturan yang memperbolehkan jaminan kredit menggunakan heman tersebut. Misalnya peternak sapi, bisa menggunakan sapi sebagai jaminan kredit. Menurut dia, di beberapa negara di Eropa, hewan ternak bisa dijadikan jaminan kredit. Bahkan, di beberapa kawasan, sapi merupakan aset bernilai.

"Indonesia bisa pakai sistem itu. Tinggal bagaimana kemauan pemerintah membuat aturan tersebut," jelas dia. Menurut dia, peternak sapi rakyat hanya membutuhkan modal usaha dan modal kerja pada kisaran Rp5-10 juta.

Ronald pun mengkritisi sistem kredit perbankan yang hanya memberi kredit apabila calon debitur telah memiliki produk. Semestinya, perbankan bisa memberi modal usaha bagi mereka yang berencana menjalankan usahanya. Seperti usaha peternakan. "Bank harusnya jangan cuma trading aja. Harusnya ikut biayai mereka yang berencana bikin usaha," tegas dia.

Dengan begitu, lanjut dia, fungsi perbankan sebagai roda penggerak ekonomi rakyat benar adanya. "Kalau cuma biayai yang sudah jadi, siapa yang mau membiayai calon pengusaha yang belum jadi," kata dia.

Sekretaris Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Jabar, Robbi Agustiar mengatakan, potensi sektor peternakan terutama sapi untuk kebutuhan lokal masih sangat besar. Misalnya sapi untuk memproduksi susu, sapi pedaging, atau budidaya.

Di Indonesia misalnya, masih kekurangan pasokan susu sekitar 71 ton per hari. "Jabar, kemampuan produksi susu baru mencapai 300-400 liter per hari," kata dia.

Selain susu, pasokan daging sapi juga masih kurang. Terbukti, impor daging masih tinggi. Bahkan, menjelang momen Ramadan dan Lebaran, harga daging sapi melonjak pada kisaran Rp90-100 per kg.

Sayangnya, potensi peternakan Indonesia kurang mendapat perhatian. Potensi ini, semestinya dimanfaatkan perbankan untuk memberi kredit peternakan.

Minimnya pasokan sapi lokal, diperburuk oleh banyaknya sapi betina produktif yang dipotong petani. Padahal, hal itu melanggar undang-undang. Petani memilih memotong sapi produktif, karena harga sapi pada momen tertentu cukup tinggi.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Minta Perbankan...
Sri Minta Perbankan Jangan Takut Kasih Utang ke UMKM
OJK Siap Longgarkan...
OJK Siap Longgarkan Aturan Batas Maksimum Kredit Di Masa Pandemi
Pemerintah Bakal Hapus...
Pemerintah Bakal Hapus Kredit Macet UMKM, BRI Sudah Usulkan Sejak 2021
Respons Rencana Hapus...
Respons Rencana Hapus Kredit Macet UMKM, Asprindo: Perlu Didampingi Agar Bisa Bangkit
Kenaikan Pagu Kredit...
Kenaikan Pagu Kredit BRI Dorong Kebangkitan UMKM
Triwulan I 2021, Kucuran...
Triwulan I 2021, Kucuran Kredit Sektor UMKM di Jawa Timur Minus 1,40 Persen
Berita Terkini
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
47 menit yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
2 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
3 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
4 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
6 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
8 jam yang lalu
Infografis
Formula E Diharapkan...
Formula E Diharapkan Berdampak Positif Bagi Sektor Perekonomian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved