Penutupan, saham MSKY berakhir di level Rp1.540
Senin, 09 Juli 2012 - 17:58 WIB
Penutupan, saham MSKY berakhir di level Rp1.540
A
A
A
Sindonews.com - Saham PT MNC Sky Vision Tbk pada penutupan perdagangan sore ini naik 20 poin atau 1,32 persen. Harga saham emiten yang berkode MSKY ini naik menjadi Rp1.540 per saham dibandingkan harga pembukaan perdana Rp1.520 per saham.
Berdasarkan pantauan di Bursa Efek Indonesia, Senin (9/7/2012), volume perdagangan saham hari ini sebesar 178,95 juta lot. Harga terendah sempat terjadi pada level Rp1.510 dan harga tertinggi berada di level Rp1.800 per saham.
Perseroan melepas 20 persen atau 1.412.776.000 lembar saham. Jumlah tersebut sudah termasuk saham baru sebanyak 847.666.000 lembar saham dan kepemilikan saham divestasi milik Bhakti Investama sebanyak 565.110.000 lembar saham.
Sehingga dengan IPO tersebut, perusahaan menargetkan akan memperoleh dana segar maksimal Rp2,4 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi dengan porsi 70 persen. Sisanya untuk modal kerja dan pelunasan pinjaman. Perusahaan memang akan melakukan ekspansi dikarenakan pertumbuhan pelanggan yang pesat.
Saat ini, pemilik merek Indovision, Top TV, dan Okevision ini memiliki 70 persen dari total pangsa pasar tv berbayar yang ada di Indonesia. "Kami punya 21 channel eksklusif dari 20 top channel yang ada," ujar Direktur Urama MNC Sky Vision Rudy Tanoesoedibjo, ditemui dalam pencatatan saham MNC Sky Vision, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (9/7/2012).
Sebagai informasi, hingga akhir Desember 2011, porsi pelanggan untuk ketiga merk tersebut tercatat paling besar adalah Indovision. Indovision memperoleh pangsa pasar sebesar 45 persen disusul oleh Top TV 20 persen dan sisanya 4,5 persen.
"Kita pastikan belum ada rencana menambah brand, karena kami sudah mengkover semua lapisan masyarakat untuk melihat televisi berbayar," tandasnya.
Sebagai penjamin emisi dalam IPO ini adalah MNC Securities dan PT Danareksa Securities. Sebagai salah satu proses IPO, perusahaan juga telah melakukan roadshow ke sejumlah negara. Roadshow tersebut di antaranya ke Asia, Eropa, dan Amerika.
Berdasarkan pantauan di Bursa Efek Indonesia, Senin (9/7/2012), volume perdagangan saham hari ini sebesar 178,95 juta lot. Harga terendah sempat terjadi pada level Rp1.510 dan harga tertinggi berada di level Rp1.800 per saham.
Perseroan melepas 20 persen atau 1.412.776.000 lembar saham. Jumlah tersebut sudah termasuk saham baru sebanyak 847.666.000 lembar saham dan kepemilikan saham divestasi milik Bhakti Investama sebanyak 565.110.000 lembar saham.
Sehingga dengan IPO tersebut, perusahaan menargetkan akan memperoleh dana segar maksimal Rp2,4 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi dengan porsi 70 persen. Sisanya untuk modal kerja dan pelunasan pinjaman. Perusahaan memang akan melakukan ekspansi dikarenakan pertumbuhan pelanggan yang pesat.
Saat ini, pemilik merek Indovision, Top TV, dan Okevision ini memiliki 70 persen dari total pangsa pasar tv berbayar yang ada di Indonesia. "Kami punya 21 channel eksklusif dari 20 top channel yang ada," ujar Direktur Urama MNC Sky Vision Rudy Tanoesoedibjo, ditemui dalam pencatatan saham MNC Sky Vision, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (9/7/2012).
Sebagai informasi, hingga akhir Desember 2011, porsi pelanggan untuk ketiga merk tersebut tercatat paling besar adalah Indovision. Indovision memperoleh pangsa pasar sebesar 45 persen disusul oleh Top TV 20 persen dan sisanya 4,5 persen.
"Kita pastikan belum ada rencana menambah brand, karena kami sudah mengkover semua lapisan masyarakat untuk melihat televisi berbayar," tandasnya.
Sebagai penjamin emisi dalam IPO ini adalah MNC Securities dan PT Danareksa Securities. Sebagai salah satu proses IPO, perusahaan juga telah melakukan roadshow ke sejumlah negara. Roadshow tersebut di antaranya ke Asia, Eropa, dan Amerika.
(gpr)
Lihat Juga :