Nilai rupiah masih bercokol di level Rp9.400/USD

Selasa, 10 Juli 2012 - 09:36 WIB
Nilai rupiah masih bercokol...
Nilai rupiah masih bercokol di level Rp9.400/USD
A A A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar diprediksi belum akan tinggalkan Rp9.400. Pelemahan rupiah disokong sentimen global yang masih negatif, baik itu di Amerika Serikat (AS) maupun Asia.

Di samping itu, Analis Valuta Asing, Rully Nova mengatakan, pelemahan tersebut dikarenakan data tenaga kerja di AS yang negatif.

"Data tenaga kerja AS menunjukkan penyerapan tenaga kerja yang kecil. Tidak bisa menyerap tenaga kerja yang ada," katanya saat dihubungi Okezone, di Jakarta, Senin (10/7/2012).

Negatifnya data tersebut menyebabkan pasar pesimistis pemulihan ekonomi di AS ke depannya akan berjalan dengan lancar.

Sementara itu, jika melihat kondisi di Eropa, hasil pertemuan European Central Bank (ECB) menurunkan suku bunga dinilai belum banyak membantu. "Seharusnya ada stimulus lebih lanjut, yang diperkirakan jauh di bawah ekspektasi," ujarnya.

Adapun untuk hari ini, pelaku pasar masih akan menunggu pidato The Fed pada Rabu mendatang waktu setempat. Hal tersebut saat ini sangat dinanti oleh para pelaku pasar dan terjadi lantaran sudah lima hari berturut-turut data di AS hasilnya negatif. "Tapi The Fed belum bisa berbuat banyak. Bahkan Rabu nanti diprediksi belum akan menghasilkan suatu action," katanya.

Sehingga menurutnya, pasar saat ini masih wait and see. Untuk rupiah diprediksi berada di level Rp9.450 per USD. "BI konsisten menjaga nilai rupiah tidak menguat terlalu jauh, stand by saat pasar terjadi turbulance," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved