Indonesia pastikan bantu IMF USD1 M
Selasa, 10 Juli 2012 - 10:23 WIB
Indonesia pastikan bantu IMF USD1 M
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah memastikan bakal memberi bantuan pinjaman kepada Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) sebesar USD1 miliar (sekitar Rp9,4 triliun).
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa Indonesia mengatakan, IMF diharapkan tidak hanya menggunakan pinjaman ini untuk membantu negara-negara di Eropa, tetapi juga negaranegara di Asia dan Afrika.
“Kalau dulu kan ada persyaratan bagi Indonesia saat pinjam (ke IMF), nggak boleh ini itu. Kalau kita pinjamin, jangan dihabiskan untuk Eropa dong, bantu juga rakyat di Afrika. Sebagai negara yang punya kemampuan, kita juga patut berikan perhatian kepada perekonomian dunia yang mengalami persoalan,” ucap Hatta, di kantornya, Jakarta, Senin 9 Juli 2012.
Hatta memaparkan, rencana Indonesia untuk memberikan pinjaman ke IMF merupakan bagian dari komitmen G-20.Komitmen Indonesia dan negara-negara lain sangat penting dalam memperkuat perekonomian global.
Terpisah Juru bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat mengatakan IMF menilai positif perkembangan ekonomi Indonesia. “IMF memuji ekonomi Indonesia dalam situasi yang baik dan mendorong pertumbuhan yang lebih cepat, (ekonomi nasional) dikatakan sebagai solid and encouraging,” kata dia.
Yopie menuturkan, penilaian tersebut diungkapkan Managing Director IMF Christine Lagarde seusai bertemu Wakil Presiden Boediono di Istana Wakil Presiden.
Namun, dalam pertemuan itu Lagarde juga mengingatkan bahwa faktor eksternal bisa memengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Menurut Lagarde, IMF saat ini baru saja menyelesaikan pandangannya mengenai perekonomian Indonesia dan secara resmi akan diumumkan pada akhir September 2012.
Sementara Wapres Boediono, kata Yopie, dalam pertemuan tersebut menyampaikan kepada Lagarde mengenai sejumlah prioritas yang telah diambil pemerintah dalam menghadapi krisis, antara lain kebijakan fiskal yang solid sebagai jangkar untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Wapres meyakinkan Lagarde bahwa Indonesia sudah mengambil langkah antisipatif itu sejak lama dan juga sangat berhati-hati dalam membuat keputusan serta menjaga defisit.
Adapun, Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo dalam pertemuannya dengan Lagarde di Kantor Kementerian Keuangan, menyuarakan kepentingan negara berkembang kepada IMF.
Kepada Lagarde, Agus meminta IMF untuk tidak mengabaikan negara berkembang, meskipun kawasan Eropa membutuhkan banyak perhatian karena tengah mengalami krisis.
“Memang betul di negara maju khususnya Eropa sedang krisis (tapi) jangan terlalu over fokus ke Eropa, kita juga harus memperhatikan negara-negara lain, khususnya negara berkembang. Pesan itu yang selalu kita sampaikan,” tutur Agus kemarin.
Sedangkan Lagarde mengungkapkan, pihaknya berdiskusi banyak dengan Menkeu Agus Marto mengenai kondisi terkini perekonomian global dan regional.
“Saya melakukan pertemuan yang konstruktif bersama menteri keuangan dan kami mendiskusikan mengenai situasi ekonomi terkini, baik dalam skala global dan regional,” tuturnya.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa Indonesia mengatakan, IMF diharapkan tidak hanya menggunakan pinjaman ini untuk membantu negara-negara di Eropa, tetapi juga negaranegara di Asia dan Afrika.
“Kalau dulu kan ada persyaratan bagi Indonesia saat pinjam (ke IMF), nggak boleh ini itu. Kalau kita pinjamin, jangan dihabiskan untuk Eropa dong, bantu juga rakyat di Afrika. Sebagai negara yang punya kemampuan, kita juga patut berikan perhatian kepada perekonomian dunia yang mengalami persoalan,” ucap Hatta, di kantornya, Jakarta, Senin 9 Juli 2012.
Hatta memaparkan, rencana Indonesia untuk memberikan pinjaman ke IMF merupakan bagian dari komitmen G-20.Komitmen Indonesia dan negara-negara lain sangat penting dalam memperkuat perekonomian global.
Terpisah Juru bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat mengatakan IMF menilai positif perkembangan ekonomi Indonesia. “IMF memuji ekonomi Indonesia dalam situasi yang baik dan mendorong pertumbuhan yang lebih cepat, (ekonomi nasional) dikatakan sebagai solid and encouraging,” kata dia.
Yopie menuturkan, penilaian tersebut diungkapkan Managing Director IMF Christine Lagarde seusai bertemu Wakil Presiden Boediono di Istana Wakil Presiden.
Namun, dalam pertemuan itu Lagarde juga mengingatkan bahwa faktor eksternal bisa memengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Menurut Lagarde, IMF saat ini baru saja menyelesaikan pandangannya mengenai perekonomian Indonesia dan secara resmi akan diumumkan pada akhir September 2012.
Sementara Wapres Boediono, kata Yopie, dalam pertemuan tersebut menyampaikan kepada Lagarde mengenai sejumlah prioritas yang telah diambil pemerintah dalam menghadapi krisis, antara lain kebijakan fiskal yang solid sebagai jangkar untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Wapres meyakinkan Lagarde bahwa Indonesia sudah mengambil langkah antisipatif itu sejak lama dan juga sangat berhati-hati dalam membuat keputusan serta menjaga defisit.
Adapun, Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo dalam pertemuannya dengan Lagarde di Kantor Kementerian Keuangan, menyuarakan kepentingan negara berkembang kepada IMF.
Kepada Lagarde, Agus meminta IMF untuk tidak mengabaikan negara berkembang, meskipun kawasan Eropa membutuhkan banyak perhatian karena tengah mengalami krisis.
“Memang betul di negara maju khususnya Eropa sedang krisis (tapi) jangan terlalu over fokus ke Eropa, kita juga harus memperhatikan negara-negara lain, khususnya negara berkembang. Pesan itu yang selalu kita sampaikan,” tutur Agus kemarin.
Sedangkan Lagarde mengungkapkan, pihaknya berdiskusi banyak dengan Menkeu Agus Marto mengenai kondisi terkini perekonomian global dan regional.
“Saya melakukan pertemuan yang konstruktif bersama menteri keuangan dan kami mendiskusikan mengenai situasi ekonomi terkini, baik dalam skala global dan regional,” tuturnya.
(gpr)
Lihat Juga :