Hatta sinyalkan pinjaman ke IMF sudah deal
Selasa, 10 Juli 2012 - 15:38 WIB
Hatta sinyalkan pinjaman ke IMF sudah deal
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah sudah memastikan untuk memberikan pinjaman kepada Dana Moneter Interasional (International Monetary Fund/ IMF). Walaupun tidak diutarakan secara tegas, namun pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Direktur Eksekutif IMF Christine Legarde sudah bisa diartikan sebagai sinyal kesepakatan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa hanya mengangguk ketika wartawan memastikan rencana pemerintah tersebut. Hal ini disebabkan ada yang lebih berkapasitas membicarakan hal ini.
"I'm not in capacity to say that," ujar Hatta seusai menutup acara ASEAN Latin Business Forum di Hotel Shangrilla, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
Akan tetapi, menurutnya terlepas dari sensitifnya nama IMF sejak krisis yang melanda belasan tahun lalu, Indonesia saat ini adalah negara yang berada di atas. Kemudian, dirinya menegaskan tidak ada permasalahan jika dapat membantu negara-negara lain.
"Kalau kita bisa membantu orang dan itu tidak merugikan kita dan tidak menguras devisa kita kenapa kita tidak bisa membantu?" tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution memastikan pinjaman yang akan diberikan Indonesia sebesar USD1 miliar pada Dana Moneter Internasioanl (IMF) aman dan tidak akan habis.
Pinjaman ke IMF tersebut, lanjut Darmin, nantinya akan masuk pada obligasi alias surat utang yang diterbitkan IMF. Adapun dana yang digunakan, tidak akan menggunakan dana APBN.
"Kita itu akan membeli surat berharganya IMF, sehingga kita pegang. BI ini yang melakukan, bukan pemerintah. Kita tetap memegang nilai itu dalam bentuk surat berharga, dan itu tetap berlaku sebagai cadangan devisa kita," ungkap Darmin.
"Jadi bukannya kita pinjamkan uang (ke IMF), lalu habis, dan uang kita enggak ada (hilang) USD1 miliar misalnya, enggak (hilang). Tidak ada seperti itu. Uang kita tetap dalam surat berharga, dan ini tetap diakui di dunia internasional sebagai cadangan devisa negara kita," tambahnya.
Manfaat kedua, terang Darmin, uang tersebut hanya akan digunakan sebagai second line bagi IMF. Darmin menjelaskan, dana tersebut akan dikeluarkan, jika jumlah MAB IMF telah kurang dari USD100 miliar.
"Sekarang itu masih USD436 miliar, Kalau sampai menyentuh USD100 miliar baru dipakai. Sehingga sebetulnya, kalau dari segi penggunaannya kecil sekali probabilitasnya kalau dipakai. Sementara itu, kita sudah men-set up suatu situasi, kita dalam posisi meminjamkan," tukas dia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa hanya mengangguk ketika wartawan memastikan rencana pemerintah tersebut. Hal ini disebabkan ada yang lebih berkapasitas membicarakan hal ini.
"I'm not in capacity to say that," ujar Hatta seusai menutup acara ASEAN Latin Business Forum di Hotel Shangrilla, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
Akan tetapi, menurutnya terlepas dari sensitifnya nama IMF sejak krisis yang melanda belasan tahun lalu, Indonesia saat ini adalah negara yang berada di atas. Kemudian, dirinya menegaskan tidak ada permasalahan jika dapat membantu negara-negara lain.
"Kalau kita bisa membantu orang dan itu tidak merugikan kita dan tidak menguras devisa kita kenapa kita tidak bisa membantu?" tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution memastikan pinjaman yang akan diberikan Indonesia sebesar USD1 miliar pada Dana Moneter Internasioanl (IMF) aman dan tidak akan habis.
Pinjaman ke IMF tersebut, lanjut Darmin, nantinya akan masuk pada obligasi alias surat utang yang diterbitkan IMF. Adapun dana yang digunakan, tidak akan menggunakan dana APBN.
"Kita itu akan membeli surat berharganya IMF, sehingga kita pegang. BI ini yang melakukan, bukan pemerintah. Kita tetap memegang nilai itu dalam bentuk surat berharga, dan itu tetap berlaku sebagai cadangan devisa kita," ungkap Darmin.
"Jadi bukannya kita pinjamkan uang (ke IMF), lalu habis, dan uang kita enggak ada (hilang) USD1 miliar misalnya, enggak (hilang). Tidak ada seperti itu. Uang kita tetap dalam surat berharga, dan ini tetap diakui di dunia internasional sebagai cadangan devisa negara kita," tambahnya.
Manfaat kedua, terang Darmin, uang tersebut hanya akan digunakan sebagai second line bagi IMF. Darmin menjelaskan, dana tersebut akan dikeluarkan, jika jumlah MAB IMF telah kurang dari USD100 miliar.
"Sekarang itu masih USD436 miliar, Kalau sampai menyentuh USD100 miliar baru dipakai. Sehingga sebetulnya, kalau dari segi penggunaannya kecil sekali probabilitasnya kalau dipakai. Sementara itu, kita sudah men-set up suatu situasi, kita dalam posisi meminjamkan," tukas dia.
(and)
Lihat Juga :