Obama desak kebijakan pemotongan pajak diperpanjang

Selasa, 10 Juli 2012 - 16:26 WIB
Obama desak kebijakan...
Obama desak kebijakan pemotongan pajak diperpanjang
A A A
Sindonews.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama mendesak kongres memperpanjang kebijakan pemotongan pajak yang diterapkan George W. Bush selama setahun kedapan, bagi penduduk AS yang berpenghasilan kurang dari USD250 ribu pertahun.

"Semua orang setuju, kita harus melakukan sesuatu terhadap utang dan defisit perekonomian ini," ungkap Obama seperti diberitakan dalam Irib, Selasa (10/7/2012).

Obama menekankan, AS perlu mengurangi utang federal dan mulai berinvestasi dalam sektor pendidikan dan infrastruktur. "Pemotongan pajak diperlukan untuk mendorong pertumbuhan," imbuh Obama.

Nantinya, jika keputusan ini disahkan oleh kongres, kelompok pembayar pajak kelas menengah, yang berkewajiban membayar pajak USD2.200 akan membayar pajak dalam jumlah yang lebih besar.

Diketahui, kebijakan pemotongan pajak yang telah dijalankan sejak pemerintahan George W. Bush ini akan berakhir pada 1 Januari 2013. Kongres AS akhir pekan ini akan memvoting keputusan Obama. Namun tersiar kabar hanya Partai Republik yang akan memvoting keputusan tersebut. Namun, tidak demikian halnya dengan anggota senat dari Partai Demokrat.

Partai Demokrat menilai keputusan ini adil. Orang yang kaya untuk membayar lebih banyak, sementara Partai Republik bersikeras bahwa jika pemotongan pajak bagi orang kaya dihilangkan akan merugikan pertumbuhan lapangan kerja di Amerika.

Pertumbuhan ekonomi AS dinilai berjalan lambat dalam beberapa bulan terkahir. Selama tiga bulan, pertumbuhan lapangan hanya mencapai 75.000 perbulannya.

Saat ini, anggka pengangguran di AS masih tinggi yakni 8 persen, jauh di atas angka normal yakni 5 dan 6 persen. Sementara itu, hampir 13 juta warga AS masih menganggur.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Aliran Modal Keluar...
Aliran Modal Keluar Terbesar dalam 40 Tahun, Bank-bank AS Kehilangan Rp7.003 Triliun
Berita Terkini
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
40 menit yang lalu
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
1 jam yang lalu
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
1 jam yang lalu
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
2 jam yang lalu
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
5 jam yang lalu
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
6 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved