Krisis zona euro ancam 4,5 juta pekerja

Kamis, 12 Juli 2012 - 10:02 WIB
Krisis zona euro ancam...
Krisis zona euro ancam 4,5 juta pekerja
A A A
Sindonews.com - Organisasi Buruh Internasional (ILO) memperingatkan, zona euro terancam kehilangan 4,5 juta lapangan pekerjaan pada empat tahun ke depan jika di kawasan itu tidak menerapkan langkah penghematan.

Melihat kondisi tersebut, ILO menekankan perlunya kebijakan yang terkonsentrasi pada penciptaan lapangan kerja. Selain itu, organisasi yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini memperingatkan bahwa risiko bertambahnya pengangguran tidak hanya terjadi di zona euro, tetapi juga menyebar di level global.

“Di zona euro,jika tidak ada penghematan, bisa saja total pengangguran menjadi 22 juta orang,” kata ILO dalam pernyataan resminya dikutip BBC kemarin.

Seperti diketahui, pada akhir Mei lalu angka pengangguran di zona euro mencapai 11,1% atau sekitar 17,56 juta orang,tertinggi sejak 1995. Dalam laporan terbarunya, ILO juga menyatakan bahwa sektor ketenagakerjaan di 17 negara anggota zona euro akan terdampak krisis keuangan.

Direktur Jenderal ILO Juan Somavia mengatakan, untuk mengatasi besarnya tingkat pengangguran, harus ada tambahan target dalam perekonomian di sektor riil, terutama menyangkut investasi.

Jika tidak, kata dia, krisis akan semakin dalam dan pemulihan sektor tenaga kerja tidak akan pernah terjadi. Somavia mengingatkan,upaya penghematan dalam jangka panjang juga akan menimbulkan konsekuensi pada kalangan muda. Data Eurostat menyebutkan, tingkat pengangguran kalangan muda yang berusia di bawa 25 tahun di zona euro mencapai 22,6% atau 3,4 juta orang.

Kendati demikian, dia meyakini bahwa pengangguran saat ini belum pada posisi terburuk karena masih banyak perusahaan yang mempertahankan stafnya dengan harapan ekonomi segera pulih. Melihat besarnya risiko ekonomi yang masih belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan, ILO mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk mendukung sektor ketenagakerjaan.

Di antaranya, mendorong peningkatan pinjaman ke sektor usaha kecil dan menengah, mewajibkan adanya pelatihan- pelatihan bisnis untuk golongan usia muda, serta mengubah sistem pembayaran gaji berdasarkan produktivitas per negara. Di bagian lain, Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) yang berbasis di Paris, Prancis, menyatakan, tingkat pengangguran di negara-negara maju akan mendekati 8% hingga akhir tahun depan. Jika diakumulasikan, persentase sebesar itu setara dengan 48 juta jiwa.

“Tingkat pengangguran diperkirakan di kisaran 7,7% pada kuartal IV/2013, tidak jauh dari data Mei lalu di level 7,9%,” ujar laporan OECD yang dirilis AFP, Selasa (10/7).

OECD menambahkan, untuk kembali ke level sebelum krisis, negara-negara yang tergabung dalam kelompok tersebut harus menciptakan 14 juta lapangan kerja.“Melemahnya outlook ekonomi merupakan berita buruk bagi pasar tenaga kerja,” ujar Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurria.

Laporan terbaru OECD merujuk pada data terkini yang sebelumnya dirilis sejumlah negara.Salah satunya Amerika Serikat (AS), di mana tingkat penganggurannya masih berada di level 8,25% pada Mei lalu. Acuan lainnya adalah Spanyol, level pengangguran di Negeri Matador bahkan mencapai 24,6%,tertinggi di antara anggota OECD.

Tingginya tekanan krisis utang pun mendorong Pemerintah Spanyol merilis program penghematan guna mencegah kebangkrutan di sektor keuangan. Kemarin Spanyol mengumumkan paket penghematan sebesar 65 miliar euro (USD80 miliar) yang akan mulai diberlakukan pada akhir 2014.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengapa Jerman Dijuluki...
Mengapa Jerman Dijuluki sebagai The Sickman of Europe?
Eropa Tak Punya Alternatif...
Eropa Tak Punya Alternatif untuk Gantikan Energi Rusia
Jerman Kesal, Perusahaan...
Jerman Kesal, Perusahaan Energi Minta Bantuan Padahal Untung Besar
Kekuatan Industri Eropa...
Kekuatan Industri Eropa Digerogoti Krisis Energi, Ancaman Eksodus Menghantui
Harga Energi Selangit...
Harga Energi Selangit Bisa Membunuh Ekonomi Uni Eropa
Ledakan Guncang Pipa...
Ledakan Guncang Pipa Gas Utama Rusia, Harga Energi di Eropa Kian Menggila
Berita Terkini
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
31 menit yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
1 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
1 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
3 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
4 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
14 jam yang lalu
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved