Sukses berkat standardisasi farmasi
Minggu, 15 Juli 2012 - 11:50 WIB
Sukses berkat standardisasi farmasi
A
A
A
Sindonews.com - Kesuksesan dunia farmasi menjadi inspirasi serta pemicu kemajuan industri herbal dan jamu di Tanah Air. Standardisasi bahan baku serta proses pengolahan yang diterapkan dalam dunia farmasipun turut diterapkan dalam produk-produk jamu moderen saat ini.
Seperti yang diakui oleh Direktur Utama PT Sidomuncul Irwan Hidayat dalam mengembangkan produk jamu Tolak Angin dan Kuku Bima Energi buatannya. ”Dulu pedagang jamu itu sering kelabakan saat ditanya pelanggan. Apakah jamunya manjur atau tidak, rata-rata pertanyaan itu susah dijawab si penjual. Kini eranya sudah berbeda. Jamu lebih dipercaya karena dibuat dengan standar mutu yang tepat,” ujarnya saat menjadi pembicara seminar bisnis di Auditorium Hotel Rich Yogyakarta, kemarin.
Sebagai pewaris industri jamu keluarga, Irwan berspekulasi untuk menstandardisasi produknya seperti yang dilakukan industri obat farmasi. Laboratorium modern pun dibangun saat krisis moneter menjelang 2000 lalu.
Sebelumnya pada 1994, dia berani melakukan toksisitas lulus terhadap produknya. Hasil uji toksisitas menyatakan bahwa produk Tolak Angin Sidomuncul tidak merusak lambung, iritasi pada usus, dan tidak berefek negatif pada organ tubuh lainnya.
”Padahal saya gambling dengan melakukan uji tersebut. Bayangkan saja jika uji tersebut menyatakan produk kami toksik, apa jadinya bisnis kami yang sudah berjalan ini. Tapi kunci sukses bagi saya adalah kepercayaan masyarakat atau trust yang selalu kami jaga,” paparnya.
Menurut panitia penyelenggara seminar, dipilihnya Irwan Hidayat sebagai pembicara untuk mendorong para peserta menjadi calon entrepreneur setelah mengikuti acara.
”Kami berharap setelah keluar dari ruangan ini, kami makin bersemangat untuk menjadi orang sukses,” ujar Ketua Keluarga Alumni STIM AMP (Kastima) YKPN Yogyakarta, Nur Indah Khusnul Khotimah.
Seminar ”Pintar Bisnis Bersama Irwan Hidayat” merupakan rangkaian acara Dies Natalis Kastima YKPN yang ke-30 sekaligus Dies Natalis STIM AMPYKPN ke-36.
Seperti yang diakui oleh Direktur Utama PT Sidomuncul Irwan Hidayat dalam mengembangkan produk jamu Tolak Angin dan Kuku Bima Energi buatannya. ”Dulu pedagang jamu itu sering kelabakan saat ditanya pelanggan. Apakah jamunya manjur atau tidak, rata-rata pertanyaan itu susah dijawab si penjual. Kini eranya sudah berbeda. Jamu lebih dipercaya karena dibuat dengan standar mutu yang tepat,” ujarnya saat menjadi pembicara seminar bisnis di Auditorium Hotel Rich Yogyakarta, kemarin.
Sebagai pewaris industri jamu keluarga, Irwan berspekulasi untuk menstandardisasi produknya seperti yang dilakukan industri obat farmasi. Laboratorium modern pun dibangun saat krisis moneter menjelang 2000 lalu.
Sebelumnya pada 1994, dia berani melakukan toksisitas lulus terhadap produknya. Hasil uji toksisitas menyatakan bahwa produk Tolak Angin Sidomuncul tidak merusak lambung, iritasi pada usus, dan tidak berefek negatif pada organ tubuh lainnya.
”Padahal saya gambling dengan melakukan uji tersebut. Bayangkan saja jika uji tersebut menyatakan produk kami toksik, apa jadinya bisnis kami yang sudah berjalan ini. Tapi kunci sukses bagi saya adalah kepercayaan masyarakat atau trust yang selalu kami jaga,” paparnya.
Menurut panitia penyelenggara seminar, dipilihnya Irwan Hidayat sebagai pembicara untuk mendorong para peserta menjadi calon entrepreneur setelah mengikuti acara.
”Kami berharap setelah keluar dari ruangan ini, kami makin bersemangat untuk menjadi orang sukses,” ujar Ketua Keluarga Alumni STIM AMP (Kastima) YKPN Yogyakarta, Nur Indah Khusnul Khotimah.
Seminar ”Pintar Bisnis Bersama Irwan Hidayat” merupakan rangkaian acara Dies Natalis Kastima YKPN yang ke-30 sekaligus Dies Natalis STIM AMPYKPN ke-36.
(gpr)
Lihat Juga :