Pendapatan MNC SKY Vision Rp1,1 T
Rabu, 18 Juli 2012 - 10:48 WIB
Pendapatan MNC SKY Vision Rp1,1 T
A
A
A
Sindonews.com - PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) membukukan pendapatan Rp1,1 triliun hingga semester I-2012. Angka tersebut meningkat 36 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp814 miliar.
Direktur Utama MSKY Rudy Tanoesoedibjo mengatakan, melonjaknya pendapatan perseroan karena meningkatnya jumlah pelanggan menjadi 1,4 juta pelanggan pada semester I-2012, dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak satu juta pelanggan, atau tumbuh sebesar 40 persen.
"Jumlah pelanggan sebesar 1,4 juta pada semester I-2012 adalah sebesar 87,5 persen dari target jumlah pelanggan di akhir 2012 yang sebesar 1,6 juta pelanggan," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Sementara, laba usaha pada semester I-2012 meningkat secara signifikan sebesar 40 persen menjadi Rp236 miliar dari Rp169 miliar pada periode yang sama di 2011. Earning before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA) atau laba sebelum dikurangi beban bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi pada semester I-2012 juga meningkat 35 persen menjadi Rp461 miliar dari Rp342 miliar pada semester I-2011.
Dia menambahkan, EBITDA margin perseroan tetap stabil pada tingkat yang sangat baik yaitu 42 persen. EBITDA yang dicapai pada semester I tahun ini melebihi proyeksi EBITDA yang dicanangkan pada awal 2012 yaitu sebesar Rp444 miliar.
"Untuk ke depannya, manajemen berkeyakinan kinerja perseroan terus meningkat seiring dengan berbagai layanan baru yang telah direncanakan," ungkapnya.
Rudy optimistis pertumbuhan perseroan akan lebih baik lagi di paruh kedua 2012. Sehingga mampu menutup tahun ini dengan hasil yang jauh lebih baik. Apalagi perseroan berencana memperluas coverage MSKY dari 58 cabang menjadi 80 cabang.
"MSKY akan dapat meningkatkan jumlah pelanggan lebih cepat lagi dan layanan yang lebih baik karena kami akan lebih mendekatkan diri dengan pasar yang sebelumnya belum terjangkau," paparnya.
Analis Semesta Indovest M Sugiarto mengatakan, pangsa pasar perseroan yang berorientasi domestik serta pertumbuhan kelas menengah di Indonesia yang terus meningkat seiring dengan pendapatan perkapita akan mendorong pertumbuhan usaha perseroan.
Menurutnya, melalui tiga merek televisi berlangganan yakni Indovision, Top TV dan OkeVision, perseroan menjadi lead dalam sektor industri televisi berbayar.
Ketiga produk tersebut menawarkan program televisi lokal dan internasional yang disiarkan langsung ke rumah atau tempat usaha pelanggan melalui transponder Sband dengan menggunakan Satelit Indostar-II. "Market share-nya tertinggi di Indonesia. Jadi, prospeknya masih sangat bagus," tutur dia.
Sementara, Indovision mendapatkan penghargaan bergengsi di ajang Indonesia Original Brand Award 2012. Tahun ini merupakan kali pertama kategori televisi berlangganan masuk ke dalam kategori penilaian dari penghargaan yang dilakukan oleh majalah Swa dan Business Digest sejak 2011.
Indonesia Original Brand bertujuan untuk memberi penghargaan performa merek lokal terhadap pengguna merek. Pengukuran berdasarkan tiga dimensi yaitu kepuasan, loyalitas dan advokasi.
"Penghargaan ini bukti kepercayaan masyarakat kepada brand kami sebagai pilihan televisi berlanggan terpercaya untuk keluarga Indonesia," ujar Marketing Product & Public Relation Manager MNC Sky Vision, Winnie Sularto dalam keterangan tertulisnya kemarin.
Direktur Utama MSKY Rudy Tanoesoedibjo mengatakan, melonjaknya pendapatan perseroan karena meningkatnya jumlah pelanggan menjadi 1,4 juta pelanggan pada semester I-2012, dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak satu juta pelanggan, atau tumbuh sebesar 40 persen.
"Jumlah pelanggan sebesar 1,4 juta pada semester I-2012 adalah sebesar 87,5 persen dari target jumlah pelanggan di akhir 2012 yang sebesar 1,6 juta pelanggan," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Sementara, laba usaha pada semester I-2012 meningkat secara signifikan sebesar 40 persen menjadi Rp236 miliar dari Rp169 miliar pada periode yang sama di 2011. Earning before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA) atau laba sebelum dikurangi beban bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi pada semester I-2012 juga meningkat 35 persen menjadi Rp461 miliar dari Rp342 miliar pada semester I-2011.
Dia menambahkan, EBITDA margin perseroan tetap stabil pada tingkat yang sangat baik yaitu 42 persen. EBITDA yang dicapai pada semester I tahun ini melebihi proyeksi EBITDA yang dicanangkan pada awal 2012 yaitu sebesar Rp444 miliar.
"Untuk ke depannya, manajemen berkeyakinan kinerja perseroan terus meningkat seiring dengan berbagai layanan baru yang telah direncanakan," ungkapnya.
Rudy optimistis pertumbuhan perseroan akan lebih baik lagi di paruh kedua 2012. Sehingga mampu menutup tahun ini dengan hasil yang jauh lebih baik. Apalagi perseroan berencana memperluas coverage MSKY dari 58 cabang menjadi 80 cabang.
"MSKY akan dapat meningkatkan jumlah pelanggan lebih cepat lagi dan layanan yang lebih baik karena kami akan lebih mendekatkan diri dengan pasar yang sebelumnya belum terjangkau," paparnya.
Analis Semesta Indovest M Sugiarto mengatakan, pangsa pasar perseroan yang berorientasi domestik serta pertumbuhan kelas menengah di Indonesia yang terus meningkat seiring dengan pendapatan perkapita akan mendorong pertumbuhan usaha perseroan.
Menurutnya, melalui tiga merek televisi berlangganan yakni Indovision, Top TV dan OkeVision, perseroan menjadi lead dalam sektor industri televisi berbayar.
Ketiga produk tersebut menawarkan program televisi lokal dan internasional yang disiarkan langsung ke rumah atau tempat usaha pelanggan melalui transponder Sband dengan menggunakan Satelit Indostar-II. "Market share-nya tertinggi di Indonesia. Jadi, prospeknya masih sangat bagus," tutur dia.
Sementara, Indovision mendapatkan penghargaan bergengsi di ajang Indonesia Original Brand Award 2012. Tahun ini merupakan kali pertama kategori televisi berlangganan masuk ke dalam kategori penilaian dari penghargaan yang dilakukan oleh majalah Swa dan Business Digest sejak 2011.
Indonesia Original Brand bertujuan untuk memberi penghargaan performa merek lokal terhadap pengguna merek. Pengukuran berdasarkan tiga dimensi yaitu kepuasan, loyalitas dan advokasi.
"Penghargaan ini bukti kepercayaan masyarakat kepada brand kami sebagai pilihan televisi berlanggan terpercaya untuk keluarga Indonesia," ujar Marketing Product & Public Relation Manager MNC Sky Vision, Winnie Sularto dalam keterangan tertulisnya kemarin.
(gpr)
Lihat Juga :