FTA RI-Korsel permudah pasar ekspor

Rabu, 18 Juli 2012 - 11:07 WIB
FTA RI-Korsel permudah...
FTA RI-Korsel permudah pasar ekspor
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan, perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) dengan Korea Selatan (Korsel) diharapkan mempermudah ekspor Indonesia ke pasar mereka.

Kedua negara sudah memulai negosiasi tahap awal pada pekan lalu. Sekjen Kemenperin Anshari Bukhari mengatakan, para negosiator Indonesia harus bisa mengutamakan kepentingan nasional. “Inti FTA itu membuka akses pasar. Lalu,berkembang menjadi kerja sama teknik dan menarik arus investasi,” kata Anshari di Jakarta, Selasa 17 Juli 2012.

Dia menambahkan, investasi asal Korsel di Indonesia paling banyak masuk di sektor industri aneka, seperti alas kaki serta tekstil dan TPT. Saat ini Korsel sedang agresif membidik investasi di sektor industri baja dan petrokimia nasional.

“Dengan begitu,membuka lapangan kerja. Produksinya juga harus bisa untuk diekspor ke sana. Jangan lagi mereka membelinya dari sumber lain. Indonesia harus bisa jadi basis produksinya.Peluang menarik investasi dari mereka sangat potensial. Sekarang, bagaimana kita bisa memanfaatkannya,” ujarnya.

Seperti diketahui, Korsel diperkirakan akan masuk dalam jajaran tiga besar negara dengan investasi terbesar di Indonesia pada 2020 mendatang.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, investasi dari Korsel ke Indonesia ditargetkan mencapai USD98 miliar (sekitar Rp899,6 triliun) pada 2020. Menurut dia, hal tersebut telah dibahas ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan kerja ke Korsel belum lama ini.

Selain itu, menjelang 2020 pemerintah juga menargetkan investasi Korsel yang ditanamkan di Indonesia bisa mencapai USD38 miliar (sekitar Rp348,8 triliun) pada 2014.

“Sektornya beragam, mulai infrastruktur, minyak dan gas, hingga smelter. Untuk target hingga 2014, sudah termasuk investasi yang sudah ada seperti Hankook (produsen ban) dan Honam (produsen petrokimia),” kata Hidayat.

Hidayat yang juga ikut dalam kunjungan Presiden menuturkan, apabila target investasi tersebut tercapai, peringkat Korsel bisa menempati urutan ketiga atau kedua sebagai negara dengan nilai investasi terbesar di Indonesia.

Dia mengungkapkan, saat ini Korsel masih menempati urutan kelima. Selain investasi, kedua negara sepakat untuk meningkatkan nilai perdagangan sehingga tidak terjadi defisit.

“Nilai perdagangan kedua negara pada 2015 diharapkan bisa mencapai USD50 miliar. Kesepakatan dengan Korsel ini adalah hal konkret,” ucapnya.

Terpisah, Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Harry Warganegara mengatakan, pihaknya berharap perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan bisa adil dan seimbang dengan adanya FTA antara kedua negara.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
57 menit yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
3 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
4 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
5 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
7 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
8 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved