Mobil listrik masih sulit masuk industri
Rabu, 18 Juli 2012 - 14:06 WIB
Mobil listrik masih sulit masuk industri
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Perindustrian, MS Hidayat menyatakan proses mewujudkan mobil listrik untuk masuk ke industri masih jauh. Pasalnya, masih banyak persoalan infrastruktur dan komponen pendukung seperti elektrika, dan charger.
"Baru tahap prototipe, masih panjang prosesnya untuk masuk ke tahap industri dimana diproses secara komersial," ujarnya kala ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (18/7/2012).
Akan tetapi menurutnya, sampai ke tahap prototipe mobil listrik dinilai sudah memiliki kemajuan yang cukup bagus.
Selanjutnya, Hidayat mengutarakan, pihaknya sudah mengupayakan kompenen pendukung mobil listrik dapat diproduksi di dalam negeri. "Kita juga menyiapkan perangkat insentif fiskal dan pasti akan kita berikan fasilitas pajak," tambahnya.
Dirinya menargetkan, dalam kurun waktu satu hingga dua tahunn mobil listrik dapat masuk ke dalam industri dan menjadi komersil. Proyeksinya pun, produksi kendaraan hemat energi tersebut dapat mencapai 5 ribu hingga 10 ribu per tahun.
"Tapi kalau melihat apa yang dialami negara lain mungkin 2014 itu paling cepat ya, karena masih dipersiapkan juga infrastruktur, SPBU-nya," ucap Hidayat.
"Baru tahap prototipe, masih panjang prosesnya untuk masuk ke tahap industri dimana diproses secara komersial," ujarnya kala ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (18/7/2012).
Akan tetapi menurutnya, sampai ke tahap prototipe mobil listrik dinilai sudah memiliki kemajuan yang cukup bagus.
Selanjutnya, Hidayat mengutarakan, pihaknya sudah mengupayakan kompenen pendukung mobil listrik dapat diproduksi di dalam negeri. "Kita juga menyiapkan perangkat insentif fiskal dan pasti akan kita berikan fasilitas pajak," tambahnya.
Dirinya menargetkan, dalam kurun waktu satu hingga dua tahunn mobil listrik dapat masuk ke dalam industri dan menjadi komersil. Proyeksinya pun, produksi kendaraan hemat energi tersebut dapat mencapai 5 ribu hingga 10 ribu per tahun.
"Tapi kalau melihat apa yang dialami negara lain mungkin 2014 itu paling cepat ya, karena masih dipersiapkan juga infrastruktur, SPBU-nya," ucap Hidayat.
(gpr)