Penyaluran pinjaman SMF capai Rp3,68 T
Jum'at, 20 Juli 2012 - 11:24 WIB
Penyaluran pinjaman SMF capai Rp3,68 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) membukukan penyaluran pinjaman Rp3,68 triliun hingga semester I/2012, atau naik 97,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,86 triliun.
”Pertumbuhan penyaluran pinjaman diimbangi dengan penerapan asas kehati-hatian dengan risiko kredit yang rendah dan tidak ada kredit bermasalah (NPL),” kata Direktur Utama SMF Raharjo Adisusanto ketika menyampaikan laporan kinerja pertengahan 2012,di Jakarta kemarin.
Menurut dia, pertumbuhan penyaluran pinjaman juga diiringi dengan pertumbuhan laba semester I/2012 sebesar 58,56 persen yang mencapai Rp67 miliar dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp42 miliar.
Untuk transaksi sekuritisasi, periode Juni 2011 hingga Juni 2012 SMF mendapat mandat sebagai arranger dengan nilai sebesar Rp1 triliun, naik 100% dibanding periode Juni 2010 hingga Juni 2011 sebesar Rp500 miliar.
SMF juga membukukan kenaikan aset terutama karena kenaikan penerbitan surat utang untuk penyaluran pinjaman. Aset SMF tumbuh secara signifikan, yaitu sebesar 96,65 persen menjadi Rp5,75 triliun di akhir semester I/2012 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011 yang mencapai Rp2,92 triliun.
Ekuitas perseroan juga mengalami kenaikan di mana pada akhir semester I/2011 sebesar Rp1,11 triliun menjadi Rp2,58 triliun pada akhir semester I/2012. Kenaikan tersebut terutama karena adanya tambahan modal disetor dari pemerintah sebesar Rp1 triliun, yang diterima pada 30 Desember 2011 dan digunakan perseroan sebagai dana untuk penyaluran pinjaman.
Menurut Raharjo, pendapatan perseroan pada semester I/2012 mencapai sebesar Rp85 miliar atau meningkat 50,26 persen dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp57 miliar.
Peningkatan itu terutama didukung oleh adanya peningkatan pendapatan dari penyaluran pinjaman. Dia menambahkan, periode Juli 2011 sampai dengan Juni 2012 terdapat kenaikan minat perbankan syariah.
”Pertumbuhan penyaluran pinjaman diimbangi dengan penerapan asas kehati-hatian dengan risiko kredit yang rendah dan tidak ada kredit bermasalah (NPL),” kata Direktur Utama SMF Raharjo Adisusanto ketika menyampaikan laporan kinerja pertengahan 2012,di Jakarta kemarin.
Menurut dia, pertumbuhan penyaluran pinjaman juga diiringi dengan pertumbuhan laba semester I/2012 sebesar 58,56 persen yang mencapai Rp67 miliar dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp42 miliar.
Untuk transaksi sekuritisasi, periode Juni 2011 hingga Juni 2012 SMF mendapat mandat sebagai arranger dengan nilai sebesar Rp1 triliun, naik 100% dibanding periode Juni 2010 hingga Juni 2011 sebesar Rp500 miliar.
SMF juga membukukan kenaikan aset terutama karena kenaikan penerbitan surat utang untuk penyaluran pinjaman. Aset SMF tumbuh secara signifikan, yaitu sebesar 96,65 persen menjadi Rp5,75 triliun di akhir semester I/2012 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011 yang mencapai Rp2,92 triliun.
Ekuitas perseroan juga mengalami kenaikan di mana pada akhir semester I/2011 sebesar Rp1,11 triliun menjadi Rp2,58 triliun pada akhir semester I/2012. Kenaikan tersebut terutama karena adanya tambahan modal disetor dari pemerintah sebesar Rp1 triliun, yang diterima pada 30 Desember 2011 dan digunakan perseroan sebagai dana untuk penyaluran pinjaman.
Menurut Raharjo, pendapatan perseroan pada semester I/2012 mencapai sebesar Rp85 miliar atau meningkat 50,26 persen dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp57 miliar.
Peningkatan itu terutama didukung oleh adanya peningkatan pendapatan dari penyaluran pinjaman. Dia menambahkan, periode Juli 2011 sampai dengan Juni 2012 terdapat kenaikan minat perbankan syariah.
(gpr)
Lihat Juga :