Pemerintah siap cabut izin KKKS 'bandel'

Jum'at, 20 Juli 2012 - 16:56 WIB
Pemerintah siap cabut...
Pemerintah siap cabut izin KKKS 'bandel'
A A A
Sindonews.com - Pemerintah memperingatkan perusahaan pengelola Blok Minyak dan Gas Bumi agar secepatnya dapat melakukan produksi setelah penandatangan kontrak. Ada beberapa tahapan peringatan yang akan siap dilayangkan jika tidak mengikuti aturan oleh pemerintah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik menuturkan, tahapan peringatan akan disesuaikan dengan evaluasi pengawasan setiap tahunnya. "Kalau peringatan dini tidak dihiraukan, maka surat peringatan, kalau ada evaluasi kapan Wilayah Kerja (WK) ini harus dicabut izinnya. Tidak boleh negara disandera begitu saja, kita butuh hasilnya," ucap Jero di kantornya, Jakarta, Jumat (20/7/2012).

Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Evita Legowo mengatakan, pengawasan tersebut terfokus pada Dirjen Migas dan BP Migas yang akan saling berkoordinasi. Bahkan sebelumnya, Evita menegaskan sudah ada yang dicabut kontraknya.

"Lebih, kan gini, kita berikan kesempatan tiga tahun pertama ada 6 tahun. Sekarang yang sering terjadi tumpang tindih lahan, itu salah siapa? Kalau begitu kan bukan salah dia. Kalau bukan salah dia kita akan berikan perpanjangan," tambahnya.

Maka dari itu, menurutnya pengawasan tidak hanya dilakukan ketika setelah teken kontrak, namun juga pada sebelumnya.

"Sudah diantisipasi, makanya ketika kita menentukan nama pemenang itu kita cek tapi nggak tau ya tiba-tiba ada krisis anjlok itu bisa aja. Itu sudah termasuk syarat tender. Jadi kualifikasi tender itu ada teknis, administratif dan keuangan. Itu termasuk di dalam syarat tender," pungkas Evita.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SKK Migas Tanda Tangani...
SKK Migas Tanda Tangani Kerja Sama Wilayah Kerja Amanah dan Melati
ConocoPhillips Hengkang...
ConocoPhillips Hengkang dari Blok Corridor, Pilih Investasi di Australia
301 Blok Migas Tak Kunjung...
301 Blok Migas Tak Kunjung Beroperasi, Bahlil Ultimatum Siap Cabut Kontrak
Rampungkan Proyek KLD,...
Rampungkan Proyek KLD, PHE ONWJ Berkontribusi 16 MMSCFD
Siap-siap! Kontrak Hulu...
Siap-siap! Kontrak Hulu Migas Bakal Direvisi
SKK Migas Sesuaikan...
SKK Migas Sesuaikan Pelaporan NGL, Lifting Minyak Berpotensi Tambah 11.693 BPH
Berita Terkini
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
1 jam yang lalu
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
1 jam yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
1 jam yang lalu
Santai Seaplane Buka...
Santai Seaplane Buka Pangkalan di Banyuwangi, Perkuat Konektivitas Wisata Premium
2 jam yang lalu
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
2 jam yang lalu
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved