PT Global Mediacom & GS Homeshopping bangun kerjasama
Sabtu, 21 Juli 2012 - 11:25 WIB
PT Global Mediacom & GS Homeshopping bangun kerjasama
A
A
A
Sindonews.com - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) menggandeng GS Homeshopping, perusahaan asal Korea Selatan (Korsel), mendirikan perusahaan patungan bernama PT MNC GS Homeshopping.
Corporate Secretary BMTR Arya Sinulingga mengatakan, perseroan mengeluarkan investasi USD4,5 juta atau sekitar 60 persen dari total investasi yang dibutuhkan untuk membentuk perusahaan new media itu. "Targetnya bisa beroperasi dalam waktu dekat ini," ujarnya saat dihubungi wartawan kemarin.
PT MNC GS Homeshopping telah mendapatkan pengesahan sebagai badan hukum pada 13 Juli 2012. Pengesahan badan hukum tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No AHU-37794.AH.01.01 tahun 2012. Surat keputusan tersebut sudah perseroan terima pada 16 Juli 2012. Perusahaan patungan itu bergerak di bidang perdagangan eceran.
Arya mengakui, perseroan tertarik masuk pada bisnis belanja di rumah karena masih besarnya ceruk pasar pada industri ini. Apalagi, setiap tahunnya nilai belanja masyarakat terhadap kebutuhan barang konsumer cenderung meningkat.
"Perseroan akan mempergunakan televisi berbayar untuk menayangkan produk yang dijual. Tentu tidak terbatas pada barang tertentu saja," terangnya.
Seperti diketahui, BMTR membukukan pendapatan Rp4,15 triliun hingga semester I/2012, atau naik 27,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp3,25 triliun.
Sementara itu, laba bersih periode berjalan perseroan Rp842,12 miliar, atau naik 34,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp628,32 miliar. Beban perseroan sebesar Rp2,26 triliun hingga semester pertama 2012. Laba persaham dilusi perseroan naik menjadi Rp40 pada semester pertama 2012 dari periode sama sebelumnya Rp31.
Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia Ahmad Sudjatmiko mengatakan, prospek usaha anak usaha perseroan sangat besar. Mengingat di masa mendatang ada kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya, masyarakat memanfaatkan toko on line atau tv shopping. "Peluangnya cukup besar," kata dia.
Meskipun demikian, dirinya menambahkan, perseroan harus melakukan strategi yang tepat untuk melakukan aktivitas promosi,mengingat target pasarnya adalah ritel dan pada segmentasi tertentu. Jika promosi yang dilakukan kurang maksimal, tentu akan berdampak pada lambatnya kinerja anak usaha perseroan. (mai)
Corporate Secretary BMTR Arya Sinulingga mengatakan, perseroan mengeluarkan investasi USD4,5 juta atau sekitar 60 persen dari total investasi yang dibutuhkan untuk membentuk perusahaan new media itu. "Targetnya bisa beroperasi dalam waktu dekat ini," ujarnya saat dihubungi wartawan kemarin.
PT MNC GS Homeshopping telah mendapatkan pengesahan sebagai badan hukum pada 13 Juli 2012. Pengesahan badan hukum tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No AHU-37794.AH.01.01 tahun 2012. Surat keputusan tersebut sudah perseroan terima pada 16 Juli 2012. Perusahaan patungan itu bergerak di bidang perdagangan eceran.
Arya mengakui, perseroan tertarik masuk pada bisnis belanja di rumah karena masih besarnya ceruk pasar pada industri ini. Apalagi, setiap tahunnya nilai belanja masyarakat terhadap kebutuhan barang konsumer cenderung meningkat.
"Perseroan akan mempergunakan televisi berbayar untuk menayangkan produk yang dijual. Tentu tidak terbatas pada barang tertentu saja," terangnya.
Seperti diketahui, BMTR membukukan pendapatan Rp4,15 triliun hingga semester I/2012, atau naik 27,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp3,25 triliun.
Sementara itu, laba bersih periode berjalan perseroan Rp842,12 miliar, atau naik 34,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp628,32 miliar. Beban perseroan sebesar Rp2,26 triliun hingga semester pertama 2012. Laba persaham dilusi perseroan naik menjadi Rp40 pada semester pertama 2012 dari periode sama sebelumnya Rp31.
Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia Ahmad Sudjatmiko mengatakan, prospek usaha anak usaha perseroan sangat besar. Mengingat di masa mendatang ada kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya, masyarakat memanfaatkan toko on line atau tv shopping. "Peluangnya cukup besar," kata dia.
Meskipun demikian, dirinya menambahkan, perseroan harus melakukan strategi yang tepat untuk melakukan aktivitas promosi,mengingat target pasarnya adalah ritel dan pada segmentasi tertentu. Jika promosi yang dilakukan kurang maksimal, tentu akan berdampak pada lambatnya kinerja anak usaha perseroan. (mai)
(and)
Lihat Juga :